Parah! Penipuan Bermodus Penjualan Rumah Syariah Kembali Marak


sumber gambar : KompasTV
Ilustrasi Peringatan Penipuan Rumah Syariah


IDEANEWS.CO -Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus penipuan dengan modus penjualan rumah syariah. 

Dalam kasus ini petugas meringkus empat orang mafia perumahan syariah di kawasan desa Garut, Serang, Banten kamis (12/12/2019). Para pelaku berinisial MA, SW, CB dan S memiliki peran berbeda.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Edy Pramono mengatakan, MA merupakan Komisaris PT. Wepro Citra Sentosa yang berinisiatif dan merencanakan pembangunan Perumahan Fiktif dilokasi tersebut.
Kemudisn, SW selaku Direktur Utama PT. Wepro Citra Sentosa berperan menjalankan perusahan serta bekerjasama dengan pihak lain dalam rangka penjualan perumahan fiktif.
"CB selaku Direktur PT. Global Muslim Property atau Madinah Property Indonesia selaku Marketing Agency PT. Wepro Citra Sentosa yang membuat iklan dan brosur serta meyakinkan para konsumen untuk membeli unit perumahan dengan menawarkan berbagai fasilitas menarik dengan nuansa syariah. Dan seorang perempuan berinisial S pemegang rekening yang menampung aliran dana dari para korban," kata Gatot Senin (16/12/2019).
Menurut Gatot, MA dan S merupakan sepasang suami istri yang sudah melakukan penipuan hingga Rp40 Miliar. Pasalnya dalam kasus ini ada sebanyak 3.680 korban yang ditipu dan sudah dilakukan pemeriksaan kepada 63 korban.
"Mereka menyediakan rumah dengan harganya murah, tidak riba, tidak pakai bunga bank, tidak perlu check in bank tidak perlu pakai segala macam dan sebagainya. Jadi bernuansa syariah semuanya sehingga masyarakat menjadi tertarik," ucapnya.
Korban yang sudah membayar untuk DP perumahan, dijanjikan oleh pelaku diberi kunci pada akhir Desember 2018 silam. Namun, hingga kini belum juga ada penyerahan kepada para korban. Kemudian, korban membuat laporan Polisi.
"Setelah kami selidiki ternyata mereka melakukan penipuan," tutur dia.
Selain keempat pelaku yang ditangkap, pihaknya juga masih menburu pelaku lain. Sebab, ia menduga masih ada pelaku berperan sebagai marketing yang terlibat dalam kasus ini.
"Pelaku kita kenakan pasal 378 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun," tandasnya.

Editor : Ideanews.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel