17 orang meninggal dan 570 Dinyatakan Positif Kena Virus New Corona, China Karantina Kota Wuhan

sumber gambar: google
Photo Bandara di Wuhan



IDEANEWS.CO -Virus corona (coronavirus) yang terdeteksi awal di Wuhan, China, telah menyebar ke Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat. 

Ratusan orang telah terinfeksi virus yang memiliki kedekatan dengan virus SARS dan MERS ini. “Apa yang kami ketahui sekarang adalah virus itu menyebabkan pneumonia dan tidak merespon pengobatan antibiotik,” kata Poon, seorang ahli virus dari Universitas Hong Kong, seperti dikutip dari CNN.com, Kamis (22/1).

Belum jelas seberapa mematikan virus corona Wuhan itu. Namun, sejauh ini tingkat kematiannya lebih rendah daripada SARS dan MERS. Wabah SARS atau secure acute respiratory syndrome (sindrom pernapasan akut) pernah terjadi pada 2003. 

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO penyakit ini muncul dari virus corona dalam tubuh hewan, kemungkinan besar kelelawar, yang menyebar ke manusia. Kejadian pertama SARS terjadi di Guangdong, Tiongkok, pada 2002. Virus ini lalu menyebar ke 26 negara dan muncul di delapan ribu kasus. Sebanyak 774 orang meninggal. 

Gejala awal penderitanya mirip penyakit flu biasa, yaitu demam, sakit kepala, dan menggigil. Kalau sudah parah, pasien akan mengalami diare, kelelahan akut, sesak napas, hingga gagal ginjal. Lalu, MERS atau Middle East respiratory syndrome (sindrom pernapasan Timur Tengah) pertama kali terjadi di Arab Saudi pada 2012. 

Penyebaran penyakit ini juga karena virus corona dan gejala awalnya pun seperti sakit flu. Virus corona tersebut kemungkinan besar berasal dari unta. Ketika wabah terjadi, penderitanya menyebar ke Mesir, Ethiopia, Kuwait, Kenya, Maroko, Korea Selatan, hingga Belanda. WHO menyebut sebanyak 2.494 kasus ditemukan dan 858 orang meninggal karena MERS.

Nah, virus Wuhan agak berbeda. Gejala awalnya adalah pilek, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan demam selama beberapa hari. Bagi pasien yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, ada kemungkinan virus ini menyebabkan pneumonia dan bronkitis. 

Gejalan tersebut bergerak lamban jika dibandingkan SARS dan MERS. Pasien biasanya mengalami batuk ringan selama seminggu kemudian sesak napas. Sekitar 15% hingga 20% kasus menjadi parah hingga pasien membutuhkan alat bantu pernapasan di rumah sakit. Sebanyak 17 pasien di Wuhan telah meninggal karena virus itu. Penyebaran awalnya, melansir dari CNN.com, kemungkinan besar berasal dari ular. 

Para ahli di China menemukan virus serupa pada tubuh ular jenis trait yang banyak ditemukan di Cina bagian selatan dan Asia Tenggara. Ular yang bernama latin Bungarus multicinctus itu sangat berbisa. Para ilmuwan telah menemukan kode genetic virusnya dan patogen yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah jenis virus corona baru. 

Sejauh ini 17 orang meninggal dan 570 lainnya dinyatakan positif terjangkit virus yang menyebabkan gangguan pernapasan mirip SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) itu. Sebagian besar korban berada di Wuhan, di mana pasar sea food yang menjual produk secara ilegal diidentifikasi sebagai pusat penyebaran. 

WHO memberi nama virus ini 2019-nCoV. Per 22 Januari, jumlah pasien yang terinfeksi telah mencapai 570 orang. Sebanyak ratusan  kasus dilaporkan di Wuhan. Kota itu telah melakukan karantina di beberapa tempat dan menutup layanan transportasi publiknya.

Selain itu, Otoritas China mengarantina kota pusat wabah virus korona, Wuhan, di Provinsi Hubei, Kamis (23/1/2020). Semua penerbangan, kedatangan maupun keberangkatan, dibatalkan serta tranportasi lain.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel