Kenapa Novel Beri Sprinlidik ke Masinton?

sumber gambar: TvOne
Masinton Tunjukkan Sprindik


IDEANEWS.CO -Dugaan suap terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan semakin berliku hingga memunculkan sesosok yang disebut bernama Novel Yudi Harahap. Nama betulan, orang mengaku-ngaku, atau sebenarnya siapa dia?

Bermula dari anggota DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu yang tiba-tiba menunjukkan dokumen yang disebutnya sebagai surat perintah penyelidikan (sprinlidik) terkait operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Wahyu Setiawan dalam sebuah acara televisi yaitu program Indonesian Lawyer Club (ILC) yang ditayangkan oleh tvOne pada Selasa (14/1).

"Nah kalau kemudian kita lihat ini dikeluarkan 20 Desember 2019 (menunjukkan surat), UU KPK Nomor 19 Tahun 2019 ini berlaku semenjak diundangkan 17 Oktober 2019 dan di dalam Pasal 70 itu dikatakan bahwa UU ini berlaku sejak diundangkan. Artinya, kalau ketika secara legal formalnya surat perintah penyelidikan ini (menunjukkan surat lagi) semua proses penyelidikan ini yang dilakukan KPK harus mengacu UU 19 Tahun 2019," kata Masinton
.
Sprinlidik itu merupakan dokumen rahasia yang tidak sembarangan orang dapat memilikinya. Lantas pada Kamis (16/1) Masinton memberikan penjelasan mengenai asal usul dokumen tersebut.

"Pada hari Selasa 14 Januari 2020, sekitar jam 11.00 WIB, ada seseorang yang menghampiri saya di Gedung DPR RI dengan memperkenalkan diri bernama Novel Yudi Harahap, kemudian memberikan sebuah map yang disebutkannya sebagai bahan pengaduan masyarakat kepada anggota Komisi III DPR RI. Setelah menyerahkan map orang tersebut langsung pergi," kata Masinton.

"Pada saat saya buka, map tersebut berisi selembar kertas yang bertuliskan surat perintah penyelidikan KPK dengan nomor 146/01/12/2019, tertanggal 20 Desember 2019 yang ditandatangani Ketua KPK Agus Rahardjo," imbuh Masinton.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy