Kisah-Kisah Para Suami Yang Rela Jadi Loper Koran Guna Dampingi Istri Kuliah S2 di Australia

sumber gambar : twitter
Photo Farchan


IDEANEWS.CO -Baru-baru ini, warganet asal Indonesia ramai membahas kisah Farchan Noor Rachman, seorang travel blogger sekaligus penulis lepas majalah Indonesia di Australia, 'OZIP'.

Melalui akun Twitternya, @efenerr, Farchan mengisahkan cerita para pasangan Indonesia yang hijrah ke Australia. Sepenuturannya, di negeri kanguru itu, banyak suami yang memilih  bekerja sebagai loper koran. Sedangkan, istri mereka melanjutkan studinya.

Jika menilik utas milik Farchan, 'nasib' loper koran di Australia dan di Indonesia tidaklah sama. Dalam Twitternya, Farchan menggambarkan bagaimana loper koran di Australia mendapat banyak fasilitas, hingga menjadi pekerjaan yang paling diburu oleh orang Indonesia.

"Tukang antar koran di Melbourne banyak diminati oleh orang Indonesia, terutama spouse (pasangan) yang mendampingi istri kuliah. Karena jam kerjanya pagi saja, dengan demikian bisa saling bergantian dengan istri untuk jaga anak dan bagi spouse, visa dependantnya full working right," tulis Farchan.

"Jangan kira antar koran pakai sepeda. Antar koran pakai mobil karena jangkauan antarnya luas. mobilnya juga tak perlu yang mahal, yang murah tak apa, 1000-2000 dolar (Rp9,3-18,7 juta) udah bisa untuk antar koran," lanjut Farchan.

Tidak hanya mendapatkan fasilitas mobil, Farchan juga menuturkan bagaimana rapi serta presisinya sistem distribusi surat kabar di Australia. Menurutnya, ada manajer yang bertugas untuk menyiapkan koran, jadwal, hingga memastikan asistennya untuk membagikan koran secara tepat ke tukang loper koran.

Farchan juga mengunggah beberapa foto para suami hingga mahasiswa Indonesia yang bertugas sebagai manajer hingga distributor untuk toko koran hingga berbagai kantor di Melbourne.

"Ada juga yang tugasnya membagi koran ke kantor-kantor. kalau yang seperti ini korannya tidak digulung, melainkan dibungkus di plastik dengan rapi. Nanti dianter ke kotak pos atau resepsionis. Yang bertugas ini juga nemenin istrinya S2 kuliah, keluar dari kerjaannya di Indonesia," tambah Farchan.

Farchan juga menceritakan bagaimana mereka dituntut mulai bekerja sejak pukul 2 pagi.

"Kerja di tempat koran barangkali harus bangun jam 2 pagi, tetapi ini kerja ideal untuk spouse karena bisa gantian jaga rumah dan anak saat istrinya kuliah. Ideal juga bagi mahasiswa karena tidak mengganggu jam kuliah," ucap Farchan.

Meski begitu, Farchan mengklaim bahwa upah sebagai loper koran di Melbourne mencapai lebih dari UMR Melbourne.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy