Tak Punya Untuk Liburan! Seorang Turis Berenang Dari Timor Leste ke Australia

Gambar Istimewa
sumber gambar : grid id



IDEANEWS.CO - Apes nasib turis asal Aljazair bernama Abdel Rahman ini. Di tengah-tengah menikmati masa liburannya, Abdel Rahman kehabisan uang hingga akhirnya memutuskan untuk berenang dari Timor Leste hingga ke Australia.

Terdengar mustahil namun memang itulah yang dilakukan Abdel Rahman saat itu.
Ia mengaku nekat melakukan hal ini karena tidak ada respon dari pihak berwajib di Distrik Suai, Timor Leste.

Sekira pukul 18.00 waktu setempat, ia mulai berenang dari Pantai Suai. Hingga akhirnya setelah kurang lebih dua hari berenang, Abdel kelelahan dan mulai terapung-apung di laut. Beruntung saat itu ada beberapa nelayan yang sedang melaut sehingga Abdel langsung dapat ditolong.

Para nelayan pun membawa Abdel ke darat, tepatnya di Pantai Motadikin, Kabupaten Malaka sebelum akhirnya dibawa ke RSU Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun.

Kronologi

Melansir dari Surya Malang, awal mula nasib apes turis asal Aljazair ini bermula saat dirinya datang ke Indonesia pada tanggal 12 Desember 2019 melalui Bandara Ngurah Rai, Bali.

Setelah beberapa hari menghabiskan libur di Bali, Abdel kemudian melanjutkan perjalanan ke Lombok, NTB, tepatnya di Gili Trawangan, menggunakan kapal laut.

Kemudian setelah itu, ia kembali melanjutkan liburannya ke Labuhan Bajo hingga berlanjut ke Kupang, NTT.

Setelah tiba di Kupang, Abdel lanjut berlibur ke Dili, Timor Leste, menggunakan pesawat terbang Trans Nusa tanggal 30 Desember 2019 dan kemudian ke beberapa distrik disana.

Nasibnya Sekarang

Melansir dari Pos Kupang, kabar terakhir dari pria kelahiran Algen Centre tanggal 6 Februari 1988, masih diamankan di Imigrasi Atambua.

Ia masih ditahan lantaran semua dokumen-dokumen seperti paspor, visa, sudah tidak dimilikinya.
Abdel mengaku, semua dokumennya sudah ia buang bersama barang bawaannya yang lain di sekitar. Pantai Suai sebelum melakukan aksi nekatnya berenang dari Timor Leste menuju ke Australia.

Saat ini Imigrasi Atambua masih menunggu keputusan Keduataan Besar (Kedubes) Aljazair di Jakarta untuk menerbitkan SPLP atau dokumen pengganti.

Demikian dijelaskan Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Atambua, K.A Halim pada Senin (27/01/2020).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel