Jumlah Mayat Korban Virus Corona Yang Harus Dibakar Perhari Bikin Geleng Kepala

 
sumber gambar : google
Photo Istimewa

IDEANEWS.CO - Wabah mematikan, Virus Corona, yang sedang melanda Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China saat ini ternyata tidak hanya memaksa para tenaga medis untuk bekerja satu harian penuh, namun juga orang-orang yang bekerja sebagai petugas krematorium.


Dalam setiap harinya, para pekerja juga harus menangani banyak jenazah yang harus dikremasi.
Kremasi sendiri dipilih pemerintah China, karena dinilai efektif dalam memperlambat virus berbahaya tersebut karena tidak sempat terjadi pembusukan pada mayat terinfeksi virus mematikan itu.

Namun, hal itu menjadi pekerjaan tambahan bagi para pekerja.

Bayangkan saja, dalam sehari, mereka menerima 100 mayat, dan mayat-mayat tersebut harus dibakar pada saat itu juga.

“90 persen dari kita harus bekerja 24 jam dalam 7 hari dan kita tidak bisa pulang. Setiap titik pembakaran yang ditunjuk di Wuhan beroperasi selama 24 jam.”

“Kami tidak makan atau minum untuk waktu yang lama sepanjang hari karena kami harus selalu berada dalam alat pelindung kami. Pakaian harus dilepas setiap kali kami ingin makan, minum, atau menggunakan toilet. Tapi begitu pakaian tersebut dilepas, tidak bisa digunakan kembali,” ungkap salah seorang pekerja.

Fakta ini pun sekaligus mengungkap jumlah korban jiwa akibat virus corona.

Sementara dari data terakhir, Rabu (12/2/2020), jumlah korban virus corona telah mencapai 900 pasien meninggal dan sebanyak 14.568 pasien terinfeksi virus (2019-nCoV).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel