Kedatangan Presiden Amerika Serikat Paksa Belasan Orang Kehilangan Nyawa

 
sumber gambar: kompas
Photo Polisi Pukul Massa Aksi

IDEANEWS.CO - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan tengah berada di India. Namun kedatangannya tersebut tidak mampu membuat warga New Delhi menyudahi protes yang terjadi selama dua bulan terakhir.


Sejak UU Amandemen Kewarganegaraan (Citizenship Amendment Act/CAA) baru muncul, India terus menerus dilanda protes. Pasalnya UU ini dianggap mendiskriminasikan Muslim India.

Bahkan, pada protes yang terjadi Selasa (25/2/2020), 13 orang tewas dan 150 lainnya luka, dalam unjuk rasa yang berakhir kerusuhan. Beberapa kini dalam kondisi kritis.

"Saya sekarang mengonfirmasi total 13 tewas," kata petugas RS Guru Teg Bahadur, Rajesh Karla, dilansir dari AFP.

Bentrokan meletus di Distrik Timur Laut antara demonstran yang menentang UU dengan polisi. Kedua kelompok saling lempar granat asap dan gas air mata.

Akibatnya beberapa sekolah diliburkan. Selain itu stasiun metro juga ditutup.

Selain bentrokan, setidaknya delapan kasus pembakaran juga terjadi di lokasi berbeda. Pembakaran sudah terjadi sejak Senin lalu.

Sementara itu, pada konferensi pers Selasa, Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal mengimbau masyarakat untuk menjaga perdamaian. "Apapun masalahnya, selesaikan dengan damai," katanya dikutip dari laman yang sama.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel