Marah Ditanya Absen Ujian, Siswa SMA Keroyok dan Injak Guru di dalam Kelas

 
sumber gambar: kupang news
Photo Siswa
IDEANEWS.CO - Seorang Guru SMAN berinisial Y di Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami luka berat setelah dikeroyok 3 siswanya. Pengeroyokan itu gegara daftar hadir atau absen ujian.


"Saat itu sebagai guru pengawas ujian, kemudian korban melaksanakan pemeriksaan dan pengecekan daftar hadir. Ternyata ada satu yang belum ngisi," kata Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, Rabu (4/3/2020).

Guru tersebut lalu bertanya kepada peserta ujian, tapi semua diam dan tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba, ada seorang siswa marah-marah dan merasa seharusnya semua sudah diisi.

"Lalu guru selaku korban mendatangi yang bersangkutan, diingatkan sambil negur murid 'kamu jangan begitu caranya kamu nggak sopan nggak menghargai saya', ditegur, ternyata memancing reaksi temannya yang lain, kemudian didatangi lagi sama si korban ini, ditempeleng muridnya," ujarnya.

Siswa yang tidak terima ditempeleng, lalu memukul guru tersebut. Selain itu, reaksi datang dari siswa yang lain.

"Nggak terima (ditempeleng), dipukullah gurunya ini. Temannya yang lain juga bereaksi, pertama dilempar kursi nggak kena, lalu dipukul jatuh si guru ini, datang lagi orang ketiga, injak-injak," tuturnya.

Tiga murid tersebut merupakan siswa kelas XII berinisial CY, YC, dan OB. Guru YF mengawas ujian pada Selasa (3/3/2020).

Polisi yang menerima laporan dari pihak korban lalu mendatangi sekolah itu. "(Tiga siswa) kita amankan dari sekolah, iya (tidak lama setelah kejadian)," tuturnya.

YF juga menjalani visum akibat pengeroyokan itu. Hasilnya, dia mengalami luka berat di sejumlah bagian tubuhnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy