Setelah di Demo PA 211, Intelijen India Tuduh NGO Asal Indonesia Danai Kerusuhan Antar Agama di India



sumber gambar : twitter
Tangkapan Layar Twitter CNN-News18
IDEANEWS.CO - Sebuah laporan intelijen India yang diberitakan CNN-News 18 mengatakan ada NGO (lembaga independen non-profit) asal Indonesia diduga telah terlibat dalam kerusuhan di New Delhi beberapa waktu lalu. Laporan tersebut kini tengah viral dan membuat banyak warganet India maupun Indonesia tercengang. 


Dalam laporan tersebut, sebuah NGO asal Indonesia disebut mentransfer dana sejumlah RS 25 lakh, setara sekitar Rp490 juta rupiah. Dana disebut dikaitkan dengan hubungan NGO tersebut dengan Hafiz Saeed. Hafiz Saeed adalah seorang ulama asal Pakistan yang kini menjalani hukuman penjara 11 tahun, atas tuduhan telah mendalangi dan membiayai Serangan Mumbai 2008 yang menewaskan 161 orang.

 Sebelumnya, massa gabungan dari Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) hingga Persaudaraan Alumni (PA) 212 sudah berdatangan di depan kantor Kedubes India. Massa memenuhi sebagian ruas Jl Rasuna Said, sehingga lalu lintas ke arah Menteng mengalami kemacetan di lokasi, Jumat (6/3/2020) pukul 13.50 WIB.


CNN-News 18 merupakan salah satu dari sejumlah media asal India yang memberitakan laporan tersebut. CNN-News 18 adalah media TV lokal yang bekerja sama dengan CNN Internasional, yang ditemukan sejak tahun 2005 silam. CNN-News 18 memberitakan laporan tersebut melalui siaran televisi dan akun resmi Twitter-nya yang diikuti 4.3 juta orang.

Belum lama ini, sempat terjadi kerusuhan di kota ibu kota India, New Delhi, yang dipicu protes terhadap UU Amandemen Kewarganegaraan baru. Kerusuhan tersebut berekskalasi menjadi kekerasan terhadap umat muslim minoritas di New Delhi dan sekitarnya.

Menanggapi pemberitaan tersebut, Direktur Global Humanity Response (GHR)–ACT, Bambang Triyono menilai berita itu cacat secara fakta, data dan etika jurnalistik, karena tanpa klarifikasi kepada ACT.

"Ada satu pemberitaan di media online di India dan baru kali ini, yang mana headlinenya agak lucu dan judulnya di buat seperti itu. Di situ disebutkan ada kerusuhan dan lembaga di Indonesia mendukung kerusuhan di India, New Delhi," tuturnya.

ACT menyatakan pihaknya pada 6 Maret 2020 mengirimkan bantuan kemanusiaan ke India berupa paket makanan kepada korban kerusuhan.  "Desember 2019 terjadi demonstrasi besar-besaran hingga akhirnya terjadi kerusuhan (di bulan Februari 2020). ACT memberikan bantuan pada Maret, jadi secara logika pun sudah cacat jika disebut kami terlibat kerusuhan itu," lanjutnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy