BBM di Dunia Per Liter Sudah Rp.2500, Kebijakan Pro Rakyat Ahok Turunkan Harga Jual Bensin Ditunggu

sumber Photo: google
Photo Ahok dan Jokowi

IDEANEWS.CO - Anggota DPR RI  Primus Yustisiomenyebut harga minyak di Malaysia sudah 2500. Sehingga harga minyak uang jauh lebih murah di Malaysia dan Amerika Serikat (AS). Namun harga bensin premium masih di harga Rp. 6.450.

"Pertamax di Malaysia dan di Amerika serikat itu harganya per rupiah itu sudah Rp 2.500. Tadi ibu itu akan memberikan subsidi ya kan, ibu enggak usah memberikan subsidi juga untuk masyarakat ini juga sudah tidak perlu disubsidi juga," jelasnya.

Harga acuan Pertamina dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP) juga dianggap sudah tidak valid untuk diterapkan saat ini. "Kalau ibu Nicke mengikuti update harga minyak itu per hari ini USD 27 per barel. Harga yang ibu berikan dengan harga di BBM itu harganya itu masih saat di USD 70 per barel," paparnya.

Optimisme yang terlihat mulai tumbuh di kalangan pelaku pasar dalam dua hari sesi perdagangan terakhir, nampaknya masih belum merambah di pasar komoditas penting dan strategis dunia, Minyak.  Laporan terkini menyangkut efektivnya obat Remdesivir dalam mengatasi wabah Coronavirus di Amerika Serikat, yang sebelumnya telah menyihir indeks Wall Street untuk melonjak tajam, masih  gagal menahan harga minyak dari penurunan lebih dalam.

Laporan terkini menunjukkan, gerak harga komoditas andalan negara-negara kawasan Arab itu yang kembali tersungkur di sesi perdagangan penutupan pekan ini, Jumat (17/4).

Harga minyak jenis WTI tercatat terhenti di kisaran $18,12 per barel setelah ambruk sangat tajam 8,81%.  Sentimen optimisme dari penanganan wabah Coronavirus yang sedang terjadi di Amerika Serikat terlihat  belum memberikan pengaruh  hingga kini.

Laporan yang beredar di kalangan investor menyebutkan, pelaku pasar yang lebih memberikan prioritas perhatiannya pada tingkat permintaan minyak yang dipastikan runtuh sangat curam dalam menentukan langkahnya kali ini.

Seperti diwartakan sebelumnya, permintaan minyak dunia yang diyakini akan lenyap hingga 20 juta barel per hari akibat kebijakan karantina di sebagian besar wilayah di dunia guna membatasi persebaran wabah Coronavirus.

Sementara di sisi lainnya, kesepakatan pemangkasan produksi oleh sejumlah negara produsen terbesar minyak dunia, termasuk OPEC di dalamnya, hanya menghasilkan pemangkasan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari.

Situasi tersebut masih memberikan tekanan panik pada investor untuk keluar dari pasar minyak hingga membuat keruntuhan harga minyak semakin kelam dalam menutup pekan ini.

Namun tentu saja, kabar masih runtuhnya harga minyak lebih jauh kali ini akan menjadi ruang yang lebih lebar bagi Ahok (Basuki Tjahaya Purnama) yang kini menjabat komisaris utama di perusahaan BUMN perminyakan, Pertamina, untuk menurunkan harga jual BBM.

Sihir sentimen Remdesivir, yang sebelumnya telah berhasil melonjakkan indeks Wall Street dalam taraf sangat tajam, nampaknya masih belum mampu untuk sekedar menahan harga minyak dunia dari keruntuhan lebih dalam. Kinerja Ahok dengan demikian untuk sementara ini masih kebal dari sihir sentimen Remdesivir.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy