Bukan Diam Dirumah, Belasan WNI Anggota Jamaah Tabligh Malah Datang ke Nepal Dan Kena Marah Warga Sampai Dilempari batu Karena Dianggap Membawa Virus Corona

 
sumber : reuters
Photo Reuters

IDEANEWS.CO - Warga di sebuah desa di Nepal memprotes keberadaan 13 warga negara Indonesia (WNI) di masjid mereka. Warga mengaku khawatir orang-orang asing itu membawa virus corona.


13 WNI tersebut merupakan anggota anggota Jemaah Tabligh.

Dalam foto-foto yang diunggah Reuters, Kamis (2/4), terlihat warga melakukan protes sambil membawa batu di depan Masjid Jami di desa Imadol, Mahalaxmi, Nepal.

Foto lainnya memperlihat adu argumen yang berujung saling pukul antara dua orang di depan masjid.

Masjid itu terlihat telah dijaga oleh polisi. Keterangan foto Reuters menyebut, aksi protes digelar karena ketakutan warga akan virus corona yang dibawa orang asing.

Dikutip dari media Nepal, Khabarhub, ada 13 WNI yang berada di masjid tersebut. Walikota Mahalaxmi, Rameshwor Shrestha, mengatakan polisi yang mengantarkan para WNI itu ke masjid tersebut.
"Mereka tiba di Kathmandu dari Saptari. Polisi membawa mereka ke masjid itu tanpa memberi tahu kami," kata Shrestha.

Tidak diketahui kondisi kesehatan para WNI. Namun mereka telah dipindahkan ke tempat karantina virus corona di Desa Godavari karena masjid tak memiliki fasilitas tersebut.
Walikota Godavari, Gajendra Maharjan, mengatakan fasilitas karantina mereka bisa menampung hingga 50 orang. Sejauh ini di Nepal hanya ada 6 penderita virus corona.

Belum diketahui identitas dan keperluan para WNI itu di Nepal. Namun ada beberapa WNI anggota Jemaah Tablig di negara-negara tetangga Nepal seperti India dan Pakistan yang kini tengah menjalani karantina virus corona.








Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel