Kisah Pilu Perawat Tampan Meninggal Dunia Setelah Tangani Pasien Covid-19

 
sumber gambar: todayline
Photo

IDEANEWS.CO - Memilukan, satu per satu tenaga medis di sejumlah negara terjangkit virus Covid-19 meninggal dunia. Baik itu karena kekelahan akibat bekerja ekstra menangani pasien tanpa jeda atau istirahat, maupun karena tertular virus dari pasien yang ditangani.


Sebagai sosok yang melakukan kontak langsung dengan pasien, para tenaga medis atau kesehatan memang sangat berisiko tertular virus corona, meskipun sudah mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Baru-baru ini, seorang perawat asal Inggris bernama John Alagos yang gugur saat menjalankan tugas mulinya sebagai seorang perawat yang menangani wabah Covid-19 di negaranya.

Sejak virus corona melanda negaranya, John yang merupakan perawat muda berusia 23 tahun ini langsung ikut terjun, menangani pasien corona di RSU Watford Inggris. Namun sayang, meningkatnya jumlah pasien setiap hari membuat jam kerjanya tak terkendali, hingga puncaknya dia menghabiskan waktu selama 12 jam tanpa henti.

Tubuhnya pun langsung tumbang. Dan tak lama setelahnya, perawat ganteng ini menghembuskan nafasnya.

Selain kelelahan, John rupanya juga terinfeksi Covid-19.

Sang ibu, Gina Gustila menceritakan bahwa hari kejadian, putranya sudah mengalami gejala Covid-19. Tapi karena di rumah sakit tempat ia bekerja kekurangan tenaga medis, John terpaksa bekerja di tengah kondisinya yang tak memungkinkan itu.

“Aku bertanya, mengapa kamu tidak pulang? Dia bilang sudah meminta (digantikan) staf lain tapi mereka kekurangan staf jadi tidak bisa dipulangkan,” kata Gina.

(todayline)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy