Pemerintah Jokowi Sedang Menangani Pendemi Covid-19, Dalang Kerusuhan Demo Revisi KPK Malah Bersiap Merusuh Sampai Menjarah

sumber Photo: Google
Photo Kerusuhan RUU KPK

IDEANEWS.CO - Otoritas kemanan Indonesia Polri menyebut Kelompok  Anarko tengah menyusun skenario agar tercipta penjarahan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa saat wabah virus corona berlangsung.

Kelompok Anarko merupakan dalang aksi tolak RUU KPK, RUU KUHP, RUU Pertanahan, dan lainnya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Pada Senin minggu ketiga bulan September 2019. Aksi yang semula damai berujung ricuh. Kelompok itu memprovokasi demonstran agar bentrok dengan aparat kepolisian.
Photo Geng Anarko 

Sebelumnya, ribuan mahasiswa melakukan unjuk rasa penolakan UU.

"Ada sembilan orang anggota polisi yang terluka kepalanya itu terkena lemparan batu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Polisi juga menyebut  Kelompok juga sudah melakukan aksi vandalisme di dinding Gedung DPR.
"Iya Anarko sudah main, kelompok keras itu pasti akan memanfaatkan situasi ini," ucap Jenderal Bintang Satu itu.

Kini, Kelompok tersebut kembali ingin berulah dengan memanfaatkan kondisi Indonesia yang sedang mengalami  Pandemi  untuk merongrong dan menjatuhkan wibawa pemerintahan Jokowi  yang sedang serius dan berkosnsentrasi dalam penanganan  penyebaran Covid-19.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menyebut Kelompok Anarko tengah menyusun skenario agar tercipta penjarahan di sejumlah wilayah di Pulau Jawa saat wabah virus corona berlangsung.
"Pada 18 April 2020 mereka berencana melakukan aksi besar-besaran di pulau Jawa, vandalisme, tujuannya menciptakan keresahan, dan memanfaatkan masyarakat untuk melakukan keonaran hingga penjarahan," ujar Nana dalam konferensi pers, Sabtu (11/4/2020).

Nana mengatakan, aksi tersebut sudah mulai dilakukan beberapa hari terakhir ini, dan sudah diorganisasi sedemikian rupa di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bandung, dan beberapa kota lainnya di Pulau Jawa.

Dalam konferensi pers tersebut, Nana mengatakan anggota Polres dari Reskrim Tangerang Kota dan Krimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan pada Jumat (10/04/2020) di lokasi sebuah kafe yaitu di kafe Egaliter di wilayah kota Tangerang.

"Motif mereka melakukan vandalisme ini karena ketidakpuasan terhadap pemerintah," ujar Nana.

Dalam kesempatan tersebut, Nana menjelaskan para tersangka yang telah diamankan oleh kepolisian ini memiliki latar belakang yang berada, namun didominasi oleh anak-anak muda yang memiliki pemahaman yang sama terhadap pemerintah.

Beberapa di antaranya memiliki status sebagai mahasiswa, pelajar SMA, ataupun pengangguran.
"Kami kembangkan tentunya, bukan hanya di Jakarta, kami akan coba seperti di Bandung dan beberapa kota seterusnya," kata Nana.

Atas perbuatannya ini, para pelaku diancam melanggar pasal 14 dan atau pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 160 KUHP dan terancam 10 tahun penjara.

(cnnindonesia)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy