Tak Punya Hati, Pria Taat Beragama Gunakan Nama Tuhan untuk Mendoakan Para Tenaga Medis Terkena Virus Corona Sebanyak-banyaknya Sehingga Banyak Masyarakat Menolak Jenazahnya

 
sumber gambar: FB
Tangkapan Layar FB Istri Pelaku

IDEANEWS.CO - Pria bernama Desmaizar alias Ade (41) meminjam akun Facebook istrinya untuk menuliskan doa agar paramedis terkena virus Corona (COVID-19).


Pelaku Ade (41) merupakan warga Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Luhak, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat (Sumbar). Pria tersebut sehari-haru bekerja sebagai pedagang.

Padahal, saat ini paramedis sedang berjuang merawat para pasien virus Corona (COVID-19) yang telah menginfeksi lebih dari 1 juta orang. Dan untuk Indonesia sendiri yamg meninggal sudah diangka 400an nyawa lebih.

Bukan mendoakan yang baik, pria yang akrab disapa Ade justru mengunggah Kalimat doa yang mengandung makna negatif yang viral dan  yang membuat banyak masyarakat geram.

Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan dalam keterangan pers, Rabu (15/4/2020), menyebutkan, tulisan Ade bertujuan memprovokasi masyarakat agar menolak pemakaman tenaga medis yang positif Corona. Tulisan itu berbunyi ‘'Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,” dikutip dari akun Facebook Nola Bundanya Asraf.

Akun Facebook tersebut milik istri Ade. Kalimat yang diunggah tersebut mendapat respons 6.600 komentar dari pengguna Facebook lainnya, dan dibagikan sebanyak 3.400 kali.

"Penghinaan dan ujaran kebencian ditujukan agar masyarakat menolak pemakaman dokter dan perawat yang terkena wabah Corona," ujar Donny.

Salah satu komentar netizen pedas muncul setelah tulisan itu di unggah, bunyinya ada doa sumbang yang ditulis seorang netizen dalam akun Facebook. Miris, netizen itu mengunggah kalimat harapan agar dokter dan perawat tertular virus yang sama.

Saat ini Polres Payakumbuh telah melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Polres Payakumbuh telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana UU ITE terkait penyebaran informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan/pencemaran nama baik dan menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA," kata Kapolres Payakumbuh AKBP Donny Setiawan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel