Ucapan UAS dan MUI Kembali Tidak Terbukti, Takut Corona Raja Arab Saudi Mengisolasi Diri Setelah 150 Anggota Kerajaan Positif Covid-19

sumber gambar: kompas
Photo Raja Salman Kanan



IDEANEWS.CO - Beberapa waktu lalu, Ustad Abdul Somad mengatakan Corona tentara Allah untuk membantu umat Islam yang tertindas melawan musuh-musuhnya. Namun pernyataan itu tidak terbukti tidak berdasar.

Terbukti Anggota kerajaan Arab saudi yang notabene muslim juga terpapar, bahkan Raja Salman pimpinan tertinggi Arab Saudi yang dikenal sebagai penjaga kota sucinya Allah yaitu Makkah terpaksa mengisolasi diri karena takut  Corona.

Hampir 150 anggota keluarga kerajaan Arab Saudi dikabarkan terjangkit virus corona Covid-19. Raja Salman dan kerabatnya sedang diisolasi. Disadur dari New York Post, Kamis (10/4/2020).


Raja Arab Saudi Salman (84) sedang berada dalam isolasi untuk mencegah penularan Covid-19. Dia mengisolasi diri di dekat kota Jeddah. Sementara putranya, Pangeran Mahkota Mohammad bin Salman (34) dikarantina di dekat Laut Merah. Dia ditempatkan di sebuah tempat bersama para menterinya.

Keponakan Raja, Pangeran Faisal bin Bandar bin Abdulaziz Al Saud telah dipastikan akan dirawat intensif setelah tertular virus tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh dokter dan orang-orang dekat keluarga bahwa pangeran berusia 70 tahun yang menjabat sebagai Gubernur Riyadh itu terkena Covid-19.

Menurut New York Times, para pangeran Saudi diyakini telah terinfeksi virus saat bepergian ke Eropa. Dikatakan bahwa bencana pandemi Covid-19 ini kemungkinan memainkan peran dalam keputusan Arab Saudi untuk mengumumkan gencatan senjata di Yaman.

Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal yang elite telah menyiapkan sekitar 500 tempat tidur. Fasilitas ini disediakan untuk para bangsawan dan orang-orang yang dekat dengan keluarga kerajaan Arab Saudi, berdasarkan sebuah memo yang dikutip oleh surat kabar tersebut.

 "Arahannya harus siap untuk VIP dari seluruh negeri," tulis operator rumah sakit.

 Ia menambahkan bahwa anggota staf yang sakit sekarang akan dirawat di rumah sakit yang kurang elite agar memberikan ruang bagi para bangsawan.

 Pakar keluarga kerajaan Saudi dari Rice University, Kristian Coates Ulrichsen mengatakan, "Jika (Covid-19) mencapai ke dalam keluarga, maka itu menjadi masalah yang mendesak".

Sebanyak 41 kematian akibat virus corona telah terjadi di Arab Saudi, menurut situs Universitas Johns Hopkins. Terdapat 2.795 kasus Covid-19 telah dilaporkan di negara itu pada hari Kamis, 9 April 2020.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy