Warganet Sampai Aji Geram, Anies Tidak Memberi Contoh yang Baik Saat Umumkan PSBB

sumber gambar: twitter
Tangkapan Layar Twitter

IDEANEWS.COKonferensi pers yang digelar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota pada Selasa (10/4/2020) malam kemarin tengah disorot oleh masyarakat. Bukan saja karena informasi yang disampaikan oleh Pemprov tapi juga pengaturan acara keterangan pers itu.

Saat itu terlihat para wartawan yang meliput berdempetan dan berkerumun. Tidak ada jarak fisik minimal satu meter seperti dianjurkan oleh WHO. Apalagi topik konferensi pers itu sendiri soal physical distancing.

Hal ini tengah dikritisi warganet di sosial media seperti @andi_chairil melalui tweet yang kini telah disukai ratusan orang.
sumber twitter
Photo Twitter

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta juga mengecam acara tersebut. Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani  menilai kegiatan pengumpulan massa itu bertentangan dengan imbauan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menggarisbawahi pentingnya menjaga jarak fisik,
Asnil mengatakan, pelanggaran cara pengaturan konferensi pers pemprov itu bisa diancam pidana satu tahun penjara karena dianggap menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah, sesuai Pasal 14 ayat 1 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

"AJI Jakarta memprotes keras Pemprov DKI Jakarta yang masih mengadakan konferensi pers secara tatap muka, tidak menggunakan metode daring," ujarnya.

Sebagian warganet juga berpendapat senada, bahwa acara yang dipimpin Gubernur Anies Baswedan itu tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat. Tidak hanya wartawan yang terlihat berkerumun, tetapi para narasumber yang hadir juga tampak tidak menjaga jarak satu sama lain.

Ketika PSBB yang disampaikan pada acara itu melarang terjadinya kerumunan di atas lima orang, acara tersebut malah mengumpulkan banyak orang.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy