Bentuk Keberagaman, Mantan Menteri Agama Sebut Kitab Injil Berbahasa Minang Sarankan Jangan Dihapus


 
sumber gambar: twitter
Capture Twitter Lukman Hakim
Ideanewsindo.com - Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mencuitkan soal kontroversi Injil berbahasa Minangkabau.

Menurutnya, kitab Injil berbahasa Minang seharusnya tidak jadi masalah. Tak hanya boleh, penerjemahan Injil dalam bahasa daerah, kata Lukman, justru amat disarankan.

"Menerjemahkan kitab suci ke dalam bahasa daerah itu tak hanya boleh, bahkan amat disarankan, agar semakin banyak warga daerah yang memahami isi kitab suci agamanya," tulis Lukman via akun Twitter-nya @lukmansaifuddin.
Dikatakan, penggunaan bahasa daerah dalam kitab suci bisa membantu para pemeluknya memahami isi kitab secara lebih baik. Oleh sebab itu, adanya kitab Injil berbahasa Minang harusnya justru diapresiasi.

Tak hanya itu, Lukman menilai, semakin kitab suci dipahami oleh banyak orang termasuk penduduk lokal maka nilai-nilai kebajikan juga semakin tersebar dalam hidup.

"Semakin kitab suci dipahami, semakin tersebar nilai kebajikan di sekitar kita," lanjutnya.

Cuitan Lukman itu diamini oleh berbagai kalangan termasuk salah satunya pegiat film dan sutradara tanah air Fajar Nugros.

"Dulu di Inggris raya, kitab suci berbahasa latin, lalu ada bishop yang usul agar diterjemahkan, supaya banyak yang paham dan mengerti. Dianggap penistaan. Tahu dari series VIKINGS," kata @fajarnugros.

Sebelumnya, munculnya aplikasi Kitab Injil berbahasa Minang menjadi polemik hingga membuat Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno meradang. 

(bizlaw)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy