Gak Kuat Bayar Utang Rp8 M untuk Nasi Padang PAM Swakarsa, Kivlan Zen Merengek Minta Ganti di Pengadilan


 
sumber gambar: surat kabar id
Photo Batik Kivlan Zein

Ideanewsindo.com - Sidang gugatan perdata Kivlan Zen terhadap Jaksa Agung dan turut tergugat Wiranto masuk ke tahap pemeriksaan saksi. Saksi yang dihadirkan Kivlan Zen sebagai penggugat bercerita tentang pembentukan Pam Swakarsa dan utang pembelian nasi padang untuk anggota Pam Swakarsa.  

Salah seorang saksi yang dihadirkan yakni mantan tim logistik Pam Swakarsa, Yusyafri Syafei. Yusyafri mengaku bertugas menyiapkan 150 ribu bungkus nasi setiap harinya dengan dana yang diberikan Kivlan. 

“Saya dapat uang, diarahkan beliau (Kivlan Zen) ke saya, setiap hari itu untuk makan 50 ribu, 50 ribu kali Rp 7.000 (per bungkus). Setiap pagi, siang, malam,” ujarnya saat beraksi di PN Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jaksel, Selasa (30/6/2020). 

Ketika itu, ada 3 rumah makan padang yang diminta menyiapkan logistik tersebut yakni di dekat Masjid Agung Al Azhar, di Tanah Abang dan di Tebet. Uang pembayaran nasi padang itu belum dilunasi oleh Yusyafri.

“(Utangnya) banyak, karena Pak Kivlan hanya dua kali memberikan kepada saya, Rp 250 juta dan Rp 250 juta,” ungkapnya. “(Jumlah utangnya) tidak bisa menghitungnya di luar kepala. 

Dari yang coba saya hitung 8 koma sekian miliar,” imbuhnya. 

Saksi lainnya adalah Joko Baskoro, yang merupakan mantan staf ahli Wakil Ketua Dewan Perimbangan Agung, Cholil Badawi. 

Joko memberikan keterangan tentang pembentukan Pam Swakarsa yang berawal dari perintah Presiden BJ Habibie kala itu ke Wiranto yang menjabat sebagai Menhankam/Pangab.
Saat itu, kata Joko, Habibie meminta ada pasukan lain di luar ABRI yang mengamankan sidang istimewa MPR 1998. 

Menurutnya, Habibie tak ingin nama ABRI tercoreng jika berbenturan dengan rakyat sipil. “Beliau (Habibie) kemudian memerintahkan kepada Menhankam/Pangab Wiranto untuk membentuk pasukan tersebut, beliau saat itu tidak ingin ABRI namanya jadi buruk karena berbenturan dengan rakyat,” kata Joko. 

Joko juga mengaku mendengar kabar bahwa Pam Swakarsa akhirnya dibentuk oleh Kivlan Zen atas perintah Wiranto. 

“Dari Pak Cholil Badawi pernah dengar kalau saya dapet perintah dari Pak Wiranto?” tanya Kivlan di persidangan.

. “Hal tersebut saya pernah dengar dari bos kami,” jawab Joko. 

“Siapa yang membentuk Pam Swakarsa?” tanya Kivlan lagi.

“Yang saya tahu yang membentuk Pam Swakarsa Mayjend Kivlan Zen,” ucap Joko. 

Sebelumnya, Kivlan Zen mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Jaksa Agung dan turut tergugat mantan Panglima ABRI sekaligus eks Menko Polhukam, Wiranto. 

Kivlan meminta Jaksa Agung melakukan penyelidikan, penyidikan, dan/atau penuntutan terhadap Wiranto terkait pembentukan Pam Swakarsa pada 1998.
Menurut kuasa hukum Kivlan, Tonin Tachta, nama Wiranto telah disebutkan dalam dakwaan kesatu subsider dan kedua subsider sebagaimana menjadi isi dari surat putusan nomor 354/Pid.B/2002/PN.Jak-Sel atas nama mantan Kepala Bulog Rahardi Ramelan.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy