Jokowi Perintahkan Gigit Mafia Ini


sumber gambar: bizlaw
Photo
 Ideanewsindo.com - Paling tidak, ini kedua kalinya Presiden Jokowi menggunakan kata ‘gigit’ untuk menekankan pentingnya penegakan hukum oleh aparat. 

Pertama, kata ‘gigit’ dilontarkan Jokowi sebagai bentuk peringatan kepada mafia migas yang kerap bermain curang sehingga mengakibatkan harga gas tak kunjung turun. 

Awal 2020, Presiden marah karena banyak pihak yang senang mengimpor gas lantaran di situ banyak ‘cuan’ yang bisa dinikmati bersama oleh para pemburu rente.

"Presiden selalu menyampaikan bahwa urusan migas harus betul-betul bisa berjalan dengan baik. Beliau sudah sering muncul kata-kata yang begitu keras, saya pikir jangan sampai ke Presidenlah, kalau perlu 'menggigit' ya saya duluan yang menggigit," tegas Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta,” ujar Kepala KSP Moeldoko, Selasa (14/1/2020) lalu.

Namun sayangnya, hingga kini belum ada satupun mafia migas yang berhasil ‘digigit’ aparat hukum. Dengan kata lain, Jokowi masih punya satu utang yang belum lunas.

Kini, atau yang kedua, Jokowi kembali menggunakan kata ‘gigit’ saat memerintahkan aparat hukum mengawal penggunaan dana corona sebesar Rp 677,2 triliun.

Jokowi berharap, anggaran sebesar Rp 677,2 Triliun yang digelontorkan pemerintah untuk percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional, bisa dikelola dan diawasi dengan baik. 

"Tugas para penegak hukum, Kepolisian, Kejaksaan, KPK, Penyidik, dan PNS adalah menegakkan hukum. Tapi juga saya ingatkan, jangan menggigit orang yang tidak salah. Jangan menggigit yang tidak ada mensrea (niat jahat). Juga jangan menyebarkan ketakutan kepada para pelaksana dalam menjalankan tugasnya," ujar Jokowi dalam pembukaan Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020, Senin (15/6/2020). 

Jokowi juga mengingatkan BPKP, Inspektorat dan juga LKPP selaku aparat internal pemerintah, untuk fokus ke pencegahan dan perbaikan tata kelola serta menjalin sinergi dengan lembaga-lembaga pemeriksa eksternal seperti BPK. 

"Demikian juga sinergi antar-aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, KPK juga harus kita lanjutkan. Dengan sinergi, check and balances antarlembaga dan dukungan seluruh rakyat Indonesia, saya yakin kita bisa bekerja lebih baik menangani semua masalah dan tantangan dengan lebih cepat," ujar Jokowi. 

(bizlaw)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy