Kehilangan Uang Mencapai 6 Triliun, Ribuan Nasabah Minna Padi Marah Besar Pada Otoritas Jasa Keungan Indonesia


 
sumber gambar: liputan6
Photo Nasabah Minna Padi Geruduk OJK

Ideanewsindo.com - Otoritas Jasa Keungan (OJK) membubarkan 6 reksa dana Minna Padi tanpa ada pemberitahuan ke nasabah.

Akibatnya, tak tanggung-tanggung, sekitar 6.000 nasabah jadi korban. Total aset mereka ditaksir senilai Rp 6,6 triliun nyangkut entah di mana.

Enam produk reksa dana yang dibubarkan itu adalah RD Minna Padi Pringgondani Saham, RD Minna Padi Pasopati Saham, dan RD Syariah Minna Padi Amanah Saham Syariah. Selain itu,Minna Padi Aset Manajemen (MPAM) juga dilarang menambah produk investasi baru, memperpanjang atau menambah dana kelolaan reksa dana, menambah portofolio reksa dana yang sudah ada. 

Reksa dana lain yang juga harus dibubarkan berdasarkan surat OJK bernomor S-1442/PM.21/2019 itu adalah RD Minna Padi Hastinapura Saham, RD Minna Padi Property Plus, dan RD Minna Padi Keraton II. Empat nama pertama adalah reksa dana saham dan sisanya adalah reksa dana campuran.
Salah satu nasabah MPAM, Yunnie Tan, perempuan berusia 65 tahun, menuntut dananya 
dikembalikan. Sejak 2014, ia telah berinvestasi ratusan juta rupiah di reksa dana milik MPAM.
Dilansir dari laman kumparan, Yunnie bercerita bahwa reksa dana Minna Padi yang dia punya tak bisa dicairkan sejak November 2019. Setelah mencari tahu, dia kaget bukan kepalang, ternyata produk investasinya sudah dibubarkan OJK, namun tidak ada informasi apa pun dari pihak manajemen.

“Nah, investasi terakhir November 2019 jatuh tempo, kok enggak dibayar, baru dibilang sama teman-teman, dilikuidasi, bingung saya," ucapnya.

Yunnie tak tinggal diam. Ia bersurat kepada OJK, dua kali. Namun, responsnya tak memuaskan. Dalam surat elektronik yang dikirimkan tersebut, Yunnie telah menuliskan secara rinci kronologi perjalanan investasinya selama lima tahun di Minna Padi.

Selain itu juga menjelaskan salah satu alasan yang membuat Yunnie akhirnya yakin berinvestasi pada perusahaan tersebut. Alasan itu tidak lain karena Minna Padi mengklaim aktivitas mereka berada di bawah pengawasan OJK.

Diceritakan Jackson yang juga nasabah Minna Padi Asset Manajemen, pemegang unit penyertaan reksa dana Minna Padi, pembubaran reksa dana oleh OJK tersebut mencederai nasabah.

"Mereka tidak share informasi ke nasabah dan masyarakat, padahal fungsi OJK selain perlindungan konsumen juga edukasi. Penting sekali kita dikasih tahu apa saja kesalahan Minna Padi, bukti kesalahannya (sehingga dilikuidasi), itu penting sekali buat kita nasabah,"jelasnya dilansir dari  kumparan, Kamis (4/6).

Selain itu, Nasabah lain yang juga marah dan kecewa terhadap langkah OJK adalah Agus Suharjo Gunawan, yang juga pemegang unit penyertaan reksa dana Minna Padi. Pria berusia 65 tahun itu tak habis pikir, investasi yang diawasi OJK itu ternyata tak aman.

"OJK harusnya melindungi nasabah, harusnya hadir tapi diam saja, kita mengharapkan bentuk penyelesaiannya seperti apa? Bentuk penyelesaian ini harus dikawal dari OJK, DPR Komisi XI. Saya rasa investasi di Indonesia tidak akan bisa tumbuh kalau begini," ucapnya.

(kumparan)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel