Menghormati Agama Lain! Tapi Kok Gitu Sih Gubernur Sumatera Barat Malah Minta Kitab Suci Injil Berbahasa Minangkabau Dicabut Dari Playstore


 
sumber gambar: jawapos
Photo Surat Gubernur Sumatera Barat
Ideanewsindo.com - Muncul aplikasi Kitab Suci Injil berbahasa Minangkabau di playstore google. Aplikasi ini pun mengundang reaksi masyarakat. Ada yang pro dan kontra.

Bila mengacu UUD, Aplikasi tersebut tidak dan belum ada yang dilanggar dari ranah hukum.
Pada UUD 19945 pasal 28E ayat (3) UUD 1945 yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”.

Dalam keberagaman agama yang ada di Indonesia, harusnya di sikapi dengan wajar. Apalagi pasal diatas tegas mengatur kebebasan berpendapat termasuk untuk menghargai agama lain.

Namun, Ironis sekali, disaat kebebasan dan keberagaman di Indonesia mulai ditata ulang dan digalakkan untuk merekatkan persatuan dan perbedaan, Gubernur  Sumatra Barat Irwan Prayitno malah melayangkan surat kepada Menkominfo agar aplikasi ini dicabut.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno pun menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) untuk menghapus aplikasi tersebut di Play Store.

Permintaan itu disampaikan Irwan Prayitno melalui surat nomor 555/327/Diskominfo/2020 yang ditujukan kepada Menkominfo cq Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo.

Aplikasi tersebut, kata Irwan Prayitno dalam surat itu, sangat bertolak belakang dengan adat dan budaya masyarakat Minang yang memiliki falsafah "adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah".
"Kami harapkan Bapak melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika dapat menghapus aplikasi tersebut dan menghindari kemungkinan munculnya aplikasi sejenis di kemudian hari," tulis Irwan Prayitno dalam surat itu, dilansir dari tribunnews.com, Kamis (04/06/2020).

Sedangkan, ditempat terpisah, Menkominfo Johnny G. Plate mengaku belum menerima surat dari Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Dia mengaku akan memberikan perhatian serius terhadap masalah yang dikemukakan Irwan.

“Kami akan check apakah aplikasi tersebut melanggar UUD, UU, atau peraturan turunan yang terkait. Jika melanggar, aplikasi atau konten yang berada pada platform digital seperti google, facebook, microsoft, instagram dan lain-lain, maka proses take down melalui platform tersebut,” ujar Menkominfo Johnny G. Plate dilansir dari jawapos.com, Kamis (04/06/2020).

Akan tetapi, kata politikus Partai Nasdem itu, dalam konteks ideologi negara dan konstitusi negara Kemenkominfo sebagai regulator harus berhati-hati dan menjaga hak dasar konstitusional warga. “Kami akan check dulu secara komprehensif untuk mengambil kebijakan yang sejalan dengan aturan hukum dimaksud,” tandasnya. 

(tribunnews, jawapos)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy