Pengamat Intelijen Beberkan Temuan Isu PKI Muncul untuk Mendelegitimasi Jokowi Sejak Mei


 
sumber gambar: twitter
Tangkapan Layar Twitter Ismail Fahmi

Ideanewsindo.com - Percakapan tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) beberapa hari belakangan semakin banyak dibicarakan. Muncul pertanyaan, mengapa pembahasan organisasi yang sudah ditetapkan terlarang di Indonesia itu muncul pada bulan Mei.

Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi menganalisis bagaimana narasi PKI diramaikan di bulan Mei dan siapa saja yang meramaikannya di media sosial. Menurut Fahmi percakapan soal PKI naik signifikan pada 23 Mei 2020 dengan total 32 ribu cuitan.

 Ismail Fahmi menambahkan kembali, menurutnya isu PKI cenderung sengaja digembar-gemborkan oleh partai di luar pemerintahan, termasuk Kelompok Cendana.

"Itu cenderung dominan dari kelompok oposisi. Kenapa oposisi gencar propaganda soal PKI, karena narasi ini juga yang dipakai ketika Pilpres untuk melemahkan lawan politik mereka. Iya mereka (Cendana) juga menjadi bagian dari oposisi saat itu," ucapnya.

Dia menambahkan, dalam penyebaran isu bernarasi PKI diduga kuat ada upaya membonceng isu pandemi Covid-19 untuk menyerang Pemerintah RI, termasuk di dalamnya untuk mendelegitimasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

"Ada upaya pihak tertentu memanfaatkan isu Covid-19 ini untuk menyerang pemerintah juga, banyak kerawanan dalam situasi bencana. Pemerintah harus hati-hati dan masyarakat harus cermat. Jika dibiarkan maka arahnya akan ke sana (menjatuhkan Jokowi)," kata dia.

"Isi ini naik siginifikan di media sosial pada 23 Mei, di media online tidak," kata Fahmi lewat akun @ismailfahmi, Selasa (26/5).

Fahmi kemudian mengungkapkan ada top 5 narasi yang dimainkan top influencer terkait bahaya PKI yang paling banyak di-retweet.


Sejak 22 hingga 25 Mei, ada dua cluster tentang PKI yang sangat besar ukurannya. Beberapa di antaranya adalah akun top influencer seperti milik putra Presiden ke-2 RI Tommy Soeharto di akun @tommy_soeharto, pendakwah Haikal Hassan di akun @haikal_hassan, Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnain di @ustadtengkuzul, politikus Gerindra Fadli Zon di akun @fadlizon dan akun @lutfimuhammad008 serta @plato_ids.

Ditempat berbeda, Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menanggapi analisis yang dilakukan Pendiri Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi terkait narasi Partai Komunis Indonesia (PKI) yang belakangan menyeruak ke permukaan.

Lantas, Stanislaus mengatakan perlu diwaspadai bahwa isu ini digunakan kelompok tertentu untuk eksis dengan seolah-olah sebagai pihak yang paling gencar memerangi PKI," katanya kepada Tagar, Rabu, 27 Mei 2020.

(todayline)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy