Memanas! Kasus Dugaan Ketua DPRD Kota Cirebon Dukung Paham Khilafah

sumber gambar: youtube
Photo Tangkapan Video Ikrar NKRI DPRD Cirebon

Ideanewsindo.com - Insiden pembacaan ikrar oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Affiati bersama Forum Cirebon Bersatu kini menuju babak baru. 

Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati diduga dengan sengaja menghapus kata 'Khilafah' dari daftar ideologi-ideologi yang dilarang di Indonesia pada Senin (6/7/2020) lalu.

Sebelumnya, Affiati dikecam karena diduga mendukung paham khilafah. Seperti terlihat dan terdengar dalam video yang beredar di media sosial, saat membacakan isi ikrar pada poin ketiga, Affiati sempat membacanya sesuai teks atau naskah. 

“Kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme dan khilafah,” ucap Affiati.

Massa pengunjuk rasa yang hadir di ruangan DPRD Kota Cirebon kemudian meminta ikrar itu dibatalkan dan Affiati diminta mengulang poin ketiga ikrar dengan menghapus atau tidak mengucapkan kata 'khilafah'.

“Batal batal batal, diulang Bu, tidak sah,” teriak sejumlah orang di dalam ruangan.

Affiati pun lantas mengulang kalimat poin ketiga dengan menghapus atau tak mengucapkan kata 'khilafah' seperti yang diminta massa pengunjuk rasa.

“Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh komunisme, liberalisme, leninisme, dan sekulerisme,” kata Affiati.

Atas tindakan itu, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon melaporkan Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati ke polisi terkait insiden pembacaan ikrar NKRI dan Pancasila yang menyebutkan kata 'Khilafah' sebagai paham yang dilarang. Peristiwa pembacaan ikrar ini sudah dilaporkan ke polisi pada Jumat (10/7/2020) kemarin. 

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ibas mengatakan, memastikan pihaknya telah melaporkan peristiwa dihilangkannya kata 'Khilafah' saat pembacaan ikrar setia pada NKRI dan Pancasila di Gedung DPRD Kota Cirebon, pada Senin (6/7/2020) lalu.

"Kami sudah melaporkannya ke polisi agar peristiwa itu diusut tuntas," katanya, Sabtu (11/7/2020).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel