Anies Baswedan Ancam Tarik Rem Darurat Lagi



IDEANEWSINDO.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan perpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi mulai Senin (26/10/2020) hingga 8 November 2020.

PSBB transisi menuju masyarakat sehat, aman dan produktif diperpanjang sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19. Hal ini sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1020 Tahun 2020.

Anies mengaku akan kembali menginjak rem darurat dengan menerapkan PSBB total apabila kasus Covid-19 di Ibu Kota kembali meroket akibat warga tidak patuh protokol kesehatan.

"Dalam hal ini, seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dapat menerapkan kembali kebijakan rem darurat (emergency brake)," kata Anies melalui siaran persnya, Minggu (25/10/2020).

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, semua kegiatan akan dibatasi apabila PSBB total diberlakukan kembali. Warga dilarang beraktivitas di luar rumah.

"Artinya, apabila terjadi tingkat penularan yang mengkhawatirkan, Pemprov DKI Jakarta dapat menghentikan seluruh kegiatan yang sudah dibuka selama PSBB masa transisi dan menerapkan kembali pengetatan,” tegasnya.

Masa-masa pengendalian ketat semacam ini sudah dua kali diberlakukan di Jakarta. Pertama lewat PSBB fase 1 yang berlangsung pada bulan April 2020. Di mana Jakarta saat itu berada pada puncak penularan wabah corona.

Kemudian, PSBB fase 2 diterapkan Anies pada September 2020 setelah lonjakan corona pada masa transisi sebelumnya nyaris tidak terbendung. PSBB fase 2 itu berlangsung dua pekan dan Anies memutuskan melepas rem darurat setelah kasus Covid-19 mulai melandai.

Untuk itu, Anies meminta warganya agar selalu mengedepankan prokol kesehatan selama masa transisi ini dengan menerapkan 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan.

"Diimbau untuk saling mengingatkan dalam menerapkan perilaku 3M sehari-hari. Penerapan 3M ini penting demi kebaikan bersama agar dapat memutus mata rantai penularan Covid-19," pintanya.

Dasar pertimbangan Anies kembali memperpanjang masa transisi karena tidak ada lonjakan kasus Covid-19 baru selama dua pekan terakhir.

Melandainya penyebaran wabah mematikan ini dilihat dari sejumlah faktor, diantaranya adalah persentase kasus positif sepekan terakhir yang dikatakan Anies berada  pada 9,9 persen dengan ratio test 5,8 per-1000 penduduk dalam sepekan terakhir.

Tidak hanya itu, hal ini juga dilihat dari dilihat rata-rata keterisian tempat tidur isolasi dalam dua minggu terakhir.

Dia menyebut ketersedian tempat tidur di berbagai rumah sakit Covid-19 di Jakarta selama 14 hari belakangan cenderung menurun dari 64 persen pada 12 Oktober 2020 menjadi 59 persen pada 24 Oktober 2020. 

Keterisian tempat tidur ICU juga relatif menurun dari 68 persen pada 12 Oktober 2020 menjadi 62 persen pada 24 Oktober 2020.

"Jika melihat dari pergerakan situasi Covid-19 di DKI Jakarta dalam dua minggu terakhir, penularan relatif melandai," tutup Anies.


s. akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy