Beredar Brosur: 'Mari Kumpul Unjuk Rasa terhadap Pemerintah, Serang, Hancurkan, Jarah dan Bakar'

Brosur Aksi Penjarahan Di Depan Kantor Demokrat Bali Tolak Omnibus Law. (foto: istimewa)

IDEANEWSINDO.COM - Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose mengatakan akan mengusut dan memantau oknum yang menyebarkan serta menempel brosur yang mengajak warga melakukan aksi penjarahan. Brosur itu bertuliskan "Mari kita kumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah, serang, hancurkan, jarah dan bakar".

"Bagaimana kita mencari pelaku dan lainnya, tetap kita usut, tetap kita pantau. Kita juga sudah monitor kegiatan, meskipun ada memprovokasi dan menyebarkan rasa ketakutan itu," kata Kapolda Bali, saat ditemui usai unjuk rasa di Denpasar, Kamis (22/10).

Golose menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga keamanan dan ketertiban demi menyelamatkan perekonomian. "Tadi lebih banyak polisinya, dengan perintah saya lakukan persuasif dan humanis, serta tidak melakukan tindak kekerasan," kata Golose.

Ia mengatakan bahwa tetap melakukan penyidikan terkait oknum yang ingin memprovokasi Bali. Menurut dia, Bali saat ini dalam keadaan sulit, terlebih lagi jika dilihat dari tingkat ekonomi sampai minus. Selain itu, semuanya juga sedang bermasalah dengan Covid-19. 

"Walaupun sudah naik ditingkat kesembuhan, dan yang p saya yakinkan kami tetap bisa menjaga keselamatan masyarakat," ucapnya.

Golose mengatakan tetap melakukan patroli dalam skala besar, baik dengan kendaraan bermotor maupun patroli tidak berseragam untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Bali.  Kabid Humas Polda Bali, Kombes Syamsi mengatakan bahwa terkait selebaran itu belum ada saksi yang dipanggil untuk diperiksa.


s. wartaekonomi.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy