Demo Buruh, Berikut Beberapa Artis dan Influcer yang Ikut Tolak Omnibus Low

Melanie Subono /Instagram @melaniesubono

IDEANEWSINDO.COM - Tepat hari ini Selasa 06 Oktober 2020, para Buruh dibeberapa Daerah sedang berorasi menyuarakan penolakan disah kan nya RUU Cipta Kerja oleh DPR. Kemarin Malam 05 Oktober 2020 dalam Rapat Paripurna.

Tak hanya para pekerja, beberapa publik figur pun ikut menyuarakan penolakan terhadap RUU Cipta ini melalui media sosial masing-masing.

Seperti yang ditulis Musisi sekaligus Aktivis Melanie Subono dalam akun Instagram nya "Sakit hati, kayak di khianati habis habisan... Maaf gue lagi ga punya kata kata positif pagi ini... Semalem gue nangis sampe ketiduran abis di sahkan nya aturan penebalan kantong sepihak itu, mendadak lelah banget" tulis caption @melaniesubono.

Melanie Subono pun menegaskan agar pablik figur dan buzer yang support Omnibus Low untuk sadar dan melek. Bahwa yang mereka lakukan menykiti banyak orang.

Memang sepat ramai diperbincangkan bahkan tranding di Twitter aksi beberapa influence yang mempromosikan Omnibus Low.

Hal ini diperjelas oleh Dr. Tirta dalam caption unggahan Instagramnya "Propaganda via Influencer itu nyata, list Influencer yg membela uu cilakan viral d Twitter beberapa bulan lalu. Sayangnya saya ga save. Monggo yang nemu," tulis akun Instagram @dr.tirta

Sama halnya dengan Melanie Dr. Tirta pun ikut menyuarakan penolakan di sah kannya RUU Cipta Kerja ini, Dr. Tirta menyaranka harusnya Pemerintah mendahulukan hal yang sifatnya urgensi seperti Covid-19, bukan hal yang menyebabkan kontroversi.

Ia juga menegaskan kebijakan pemerintah tidak masuk akal yang melarang masyarakat untuk demo tetapi keputusan yang diambil pemerintah malah memancing masyarakat untuk demo.

Selain Dr. Tirta dan Melanie ada beberapa Publik figur dan Influencer lainya yang juga turut serta menyuarakan penolakan Omnibus Low seperti Rina Nose, Anji dan Sherly Annavita. dengan mengungah video dan capture di akun Instagramnya.

Berikut beberapa pasal-pasal kontroversi disah kannya Omnibus Low, yang menyulut emosi Buruh dan masyarakat.

1. Upah didasarkan per satuan waktu, membuka ketentuan upah per jam, makan upah minimum akan hilang.
2. Upah minimum hanya berdasarkan pada UMP. Upah minum sektoral kota/kabupaten (UMSK/UMR) dihapuskan. 
3. Tidak ada sanksi pidana bagi perusahaan yang memberikan upah minimum
4. Tidak ada denda bagi pengusaha yang terlambat membayar upah
5. Pekerja yang di PHK tidak mendapatkan pesangon
6. Pekerja yang mengundurkan diri tidak dapat apa-apa
7. Pekerja yang di PHK karena perubahan kepemilikan perusahaan tidak mendapat pesangon
8. Pekerja yang di PHK karena perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian selama 2 tahun tidak mendapatkan pesangon
9. Pekerja yang di PHK karena perusahaan pailit tidak mendapatkan pesangon
10. Pekerja yang meninggal dunia, ahli warisnya tidak lagi mendapatkan pesangon
11. Pekerja yang di PHK karena memasuki usia pensiun tidak mendapatkan pesangon
13. Pekerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja dan cacat tidak mendapatkan pesangon
15. Membebaskan kerja kontrak disemua pekerjaan
16. Outsourcing bebas dipergunakan di semua jenis pekerjaan dan tidak batas waktu
17. Kewajiban TKA untuk memahami budaya Indonesia hilang. Dengan demikian, TKA tidak di wajibkan berbahasa Indonesia.

s. pikiran-rakyaat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy