Denny Siregar: Umat Kristen Kutuk Kontroversi Macron Pasti Tumbuh Di Lingkungan Islam

Pengamat media social Denny Siregar

IDEANEWSINDO.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar menilai, umat Kristen di Arab yang ikut mengutuk pernyataan otoritas Perancis yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad SAW, karena mereka tumbuh di lingkungan umat Islam.

Hal itu dikatakan Denny dalam akun twitternya @Dennysiregar7, setelah melihat pemberitaan media daring dengan judul 'Dianggap Menghina Islam, Presiden Perancis Dikecam Umat Kristen di Arab', Kompas.com.

Menurut Denny, umat Kristen itu tumbuh dilingkungan orang Islam yang menghormati keyakinan mereka, dan membiarkan mereka beribadah tanpa diganggu. Bukan ditempat dimana ada puluhan stempel dewan masjid yang melarang.

"Orang Kristen ini pasti tumbuh di lingkungan orang Islam yang menghormati keyakinan mereka, dan membiarkan mereka beribadah tanpa diganggu. Bukan ditempat dimana mau bangun satu gereja saja, ada puluhan stempel dewan masjid yang melarangnya..," ucap Denny, dikutip AKURAT.CO, Kamis (29/10/2020).

Dikutip dari Kompas.com, Umat Kristen di Arab pada Minggu (25/10/2020) turut mengutuk pernyataan otoritasPerancis yang dianggap menghina Islam dan Nabi Muhammad.

Jalal Chahda, seorang pembawa acara senior dari saluran berita Al Jazeera, menolak segala bentuk pencelaan terhadap Nabi Muhammad.

"Saya Jalal Chahda, seorang Kristen Levantine Arab, dan saya dengan keras menolak dan mencela penghinaan terhadap Nabi Islam, Utusan Tuhan #Muhammad,” tulisnya di Twitter.

Dia mengunggah tulisan tersebut bersama dengan kaligrafi Nabi Muhammad sebagaimana dilansir dari Anadolu Agency, Senin (26/10/2020).

Unggahan tersebut direspons komentar dari rekan Muslimnya dan memuji twit tersebut. Ghada Owais, presenter Al Jazeera lainnya yang juga beragama Kristen, me-retweet unggahan Chahda.

Seorang pengguna Twitter bernama Ayman Dababneh juga mengungkapkan dukungannya terhadap umat Islam. "Siapa yang menyinggung dan tidak menghormati saudara Muslim saya, (berarti) tidak menghormati saya sebagai seorang Kristen Yordania," tulis Dababneh di Twitter.

Sejumlah negara muslim mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap kritis terhadap Islam. Beberapa negara Arab, seperti Qatar, Kuwait, Yordania, mendesak warganya memboikot produk Prancis.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah mengecam sikap Macron. Kecaman disampaikan langsung kepada Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard.

"Kemlu telah memanggil Duta Besar Prancis hari ini. Dalam pertemuan tersebut kemlu telah menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam," ujar Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah, Selasa 27 Oktober 2020.


s. akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy