Gubernur Ganjar Pranowo Dulu Susah Jual Bensin Eceran, Hidup Serba Kekurangan

Ganjar Pranowo (foto: merdeka.com)

IDEANEWSINDO.COM - Gubernur Jawa TengahGanjar Pranowodikenal dengan kepemimpinannya yang tegas dan peduli dan dicintai warganya. Terbukti, Ganjar dipercaya memimpin Jawa Tengah selama dua periode.

Sebelum sukses menjadi pejabat, ternyata Ganjar pernah mengalami hidup serba kekurangan. Bahkan orang tua terpaksa berutang ke orang. Demi mencukupi kebutuhan hidup, Ganjar sudah berjualan bensin eceran saat masih SMP.

Kini Ganjar dan seluruh saudaranya sudah bisa hidup mapan dan berkecukupan. Tak lagi bergantung dari utang. Penasaran dengan masa kecil? Berikut ulasannya.

Pernah Hidup Susah

Dilansir dari channel YouTube Boy William, Ganjar Pranowo menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

Ganjar mengaku pernah hidup susah. Dia tidak berasal dari keluarga kaya dan hidup serba kekurangan hingga masa kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Seperti apa gedenya? Susah. Ya, orang tua bukan orang kaya, cenderung kurang. Sampai kuliah, nggak enak. Susah lah," kata Ganjar seperti dikutip dari channel YouTube Boy William.

"Ada cerita-cerita menyeramkan. Serba kekurangan, kurang makan, kurang fasilitas. Makanya kurus kan?," tukas Ganjar sembari tertawa menunjukkan badannya.

Utang Orangtua Terbayar Setelah Anak Kerja

Sejak kecil, Ganjar bersama kelima saudaranya sudah terbiasa hidup getir bersama. Mulai bisa bernapas lega, setelah semuanya menginjak dunia karier. Satu per satu mulai menunjukkan kesuksesan, hingga bisa membayar utang kedua orang tua.

"Makanya kita sekeluarga berenam ya. Itu sampai lulus itu kita selalu hidup dalam kekurangan. Dan utang orang tua itu baru dibayar setelah kita mulai kerja," ujar Ganjar.

Sejak SMP Jual Bensin Eceran

Demi mencukupi kebutuhan pendidikan dan makan, Ganjar tak tinggal diam. Ia ikut membantu keluarganya untuk membuka warung. Ganjar merasa senang bertugas menjual bensin eceran, pergi kulakan dan melayani para pembeli.

Meski ayahnya pernah menjadi polisi, tak memungkiri keadaan. Sebagai pencari nafkah, usianya sudah mencapai pensiun. Padahal di sisi lain, anak-anak masih harus mengenyam pendidikan.

"Iya, bapak saya dulu polisi. Beliau pensiun itu, saya SMP. Akhirnya kita sekeluarga buka usaha, jual bensin eceran. Saya kulakan, kulakan ke pom bensin, bawa, orang beli satu liter-dua liter. Asyik sih," papar Ganjar.

Banyak yang Melihat Kesuksesan Saat Ini Dibanding Proses

Tak banyak yang tahu mengenai perjuangan Ganjar dan keluarganya. Proses yang patut diacungi jempol, kini semuanya telah sukses. Perjalanan hidup yang keras, semakin ditempa menjadikan pribadi yang lebih kuat. Hanya segelintir orang yang paham perjuangan Ganjar, yakni teman-teman masa kecilnya.

"Prosesnya panjang. Makanya banyak teman-teman yang tidak mengerti sejarah saya. 'Wah enak ya', wah ya nggak. Tapi teman-teman saya sejak kecil, tahu bagaimana melata-melatanya waktu itu," jelas Ganjar.


s. merdeka.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy