Heboh, Live Mata Najwa, Najwa Shihab Angkat Secarik Kertas Minta Tolong, Klarifikasi di Instagram

Najwa Shihab menunjukkan secarik kertas minta tolong


IDEANEWSINDO.COM - Heboh, Live Mata Najwa, Najwa Shihab angkat secarik kertas minta tolong, klarifikasi di Instagram.

Najwa Shihab menjadi trending di Twitter.

Di acara Mata Najwa, Najwa Shihab terlihat mengangkat secarik kertas bertuliskan permintaan tolong.

Akhirnya, Najwa Shihab yang belakangan viral karena wawancana kursi kosong pun memberi klarifikasi di Instagram.

Media sosial tengah dihebohkan dengan secarik kertas berisi permintaan tolong dari presenter Najwa Shihab.

Potongan kertas tersebut dibawah sang pembawa acara saat memandu program Mata Najwa, Rabu (7/10/2020).

Dalam rekaman video yang beredar, kertas itu diangkat tidak tinggi oleh Najwa Shihab, ia pun tampak seperti membaca tulisan yang ada di sana.

Meski demikian, setelah melihat lebih teliti, warganet menemukan ada keanehan.

Banyak dari mereka yang membaca tulisan 'Tolong saya segera, please' dan banyak tulisan lainnya, disertai emoji.

Diduga, Najwa Shihab sengaja mengangkat kertas itu sampai terlihat kamera untuk memperlihatkan tulisan tersebut.

Akhirnya, Najwa Shihab buka suara mengenai hal itu.

Dalam episode Mata Najwa yang berjudul Mereka-reka Cipta Kerja, ada keanehan yang ditemui netizen.

Pasalnya, Najwa Shihab disebut meminta tolong pada penonton dan siapapun yang melihatnya.

Hal ini pun sempat ramai di Twitter, di mana banyak orang yang membesarkan tangkap layar episode tersebut dan terlihat tulisan pada kertas yang dipegangnya.

Bahkan sampai ada yang menulis ulang kata-kata tersebut sesuai dengan apa yang dilihatnya.

Yang jelas, di sana jelas terbaca tulisan minta tolong dan emotikon sedih.

Akhirnya media sosial Najwa Shihab pun dibombardir dengan tangkap layar ini.

Najwa Shihab akhirnya angkat bicara.

Melalui IG Story, ia mengungkap bahwa banyak yang menanyakannya tentang kebenaran kertas itu.

Akhirnya ia menjawab kalau ia baik-baik saja.

Hal ini pun sempat ramai di Twitter, di mana banyak orang yang membesarkan tangkap layar episode tersebut dan terlihat tulisan pada kertas yang dipegangnya.

Bahkan sampai ada yang menulis ulang kata-kata tersebut sesuai dengan apa yang dilihatnya.

Yang jelas, di sana jelas terbaca tulisan minta tolong dan emotikon sedih. Akhirnya media sosial Najwa Shihab pun dibombardir dengan tangkap layar ini.

Najwa Shihab akhirnya angkat bicara.

Melalui IG Story, ia mengungkap bahwa banyak yang menanyakannya tentang kebenaran kertas itu.

Akhirnya ia menjawab kalau ia baik-baik saja. I hope semua juga sehat2 dan terus peduli sama isu2 penting negeri ini. Terus Belajar, terbuka berdiskusi dan berani ambil sikap," tulis Najwa Shihab.

Sindir Puan Maharani?

Mengangkat tema Mereka-reka Cipta Kerja, Najwa Shihab mengundang enam narasumber.

Mereka adalah Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas,  Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani yang dianggap berada di posisi pro Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Ketiga narasumber lainnya yang dianggap mengkritik Omnibus Law adalah Ekonom Faisal Basri, Ledia Hanifa Amalia Anggota Baleg DPR Fraksi PKS, dan Haris Azhar Direktur Eksekutif Lokataru.

Perdebatan langsun seru sejak awal acara dimulai.
Di sesi awal, perdebatan langsung terjadi antara Ketua Badan Legislasi DPR RI Supratman Andi Agtas dan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar.

Perdebatan bermula saat Najwa Shihab bertanya kepada Haris terkait tudingannya bahwa UU Cipta Kerja telah terjadi kecurangan proses legislatif. 

Haris pun menjelaskan mengapa ia menyebut telah terjadi kecurangan proses legislasi dalam pengesahan RUU Cipta Kerja itu,
Menurutnya DPR tidak menjalankan prosedur dalam Peraturan Perundang-undangan.

"Proses salah satunya soal harus berkonsultasi. Harus turun ke masyarakat dan ketemu para ahli," tutur Haris.

"Kalau ngomongin untuk kepentingan parlemen, ingat UU ini untuk 260 juta lebih (rakyat) yang ada di Indonesia," tutur Haris.

Hal tersebut ditimpali santai oleh Supratman. Dia mengatakan bahwa Haris selalu merasa benar.

"Ini rapat panja yang dari awal sampai akhir terbuka.  Namun bukan kami harus menghubungi satu dua orang. Bukan begitu. Konsultasi publik juga kami lakukan itu," tandas Supratman.

"Tapi Haris ini kan selalu benar. Selalu merasa benar," kata Supratman lagi.

Perdebatan pun semakin sengit. 

Haris lalu menegaskan, bahwa yang diungkapkan Supratman belum soal SOP Undang-undang.

"Dari tadi dia ga bicara standarnya. Dia puji-puji Jokowi saja," kata Haris. 

Lalu Haris dan Supratman pun saling berebut bicara. 

Najwa Shihab kemudian menengahi dengan meminta kedua orang ini tenang.

"Bapak-bapak, saya minta untuk tenang dulu. Saya tidak akan mematikan mic Anda berdua, karena Anda berdua berhak untuk ngomong. Karena saya mengundang Anda berdua," ujar Najwa seraya tersenyum.

Ucapan tersebut seolah menyindir pimpinan DPR Puan Maharani yang mematikan mic saat Fraksi Demokrat menyampaikan kritiknya terhadap UU Omnibus Law.

Saat itu, Fraksi Demokrat menyampaikan pandangan terkait Omnibus Law Ciptaker. Fraksi Demokrat diwakili Sekretaris Fraksi Demokrat, Marwan Cik Hasan.

Rupanya Marwan melewati batas waktu berbicara di podium. Pimpinan rapat mengambil tindakan. Mikrofon Marwan dimatikan sepihak.

"Kami mencermati ada sejumlah persoalan mendasar dari RUU Ciptaker ini...," ucap Marwan lalu mikrofon mati.

s. tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy