Kasus Rasis Pemilihan Ketua OSIS, KPAI Minta Pelaku Diperiksa

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti (foto: istimewa)

IDEANEWSINDO.COM - Ramai diperbincangkan di media sosial terkait guru salah satu SMA Negeri di Jakarta yang tidak menghargai keberagaman agama di Indonesia. 

Permasalahannya soal pemilihan ketua OSIS, di mana guru tersebut mengajak anggota di WhatsApp Group (WAG) ‘Rohis 58’ untuk memilih yang seiman.

Atas hal itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti meminta agar Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan pemeriksaan/BAP terhadap guru yang bersangkutan.

“Jika yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran, maka Disdik Provinsi DKI Jakarta harus bertindak tegas agar ada efek jera sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar dia dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10).

Selain itu, Disdik DKI juga harus memberikan program pelatihan bagi para guru dan kepala sekolah tentang isu memperkuat nilai-nilai kebangsaan, kemanusiaan, persatuan dan penghargaan atas keragaman dan Hak Asasi Manuisa (HAM).

“Pelatihan ini bertujuan agar para guru dapat menyemai keragaman dan dan menjadi role model bagi para siswanya untuk menghargai keragaman dan dapat hidup damai dalam perbedaan. Peran guru dalam menyemai keberagaman dan menghargai perbedaan disekolah sangat strategis,” jelasnya.

Pengukuran atau survei baiknya dilakukan atas keragaman, toleransi dan diskriminasi dengan sasaran survey para siswa dan guru. Hasil survey akan menentukan intervensi seperti apa yang harus dilakukan pemerintah menguatkan nilai-nilai persatuan dan keragaman di sekolah-sekolah.

Selain itu, bagi para siswa pun diminta untuk menjadi pelopor sekaligus pelapor jika menemui, menyaksikan atau mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Pelaporan dapat dilakukan melakukan sistem pengaduan di sekolah, Disdik DKI, atau bisa juga di pengaduan KPAI.

“KPAI mendorong pihak sekolah untuk melakukan refleksi atas peristiwa ini dan sekolah wajib melindungi anak yang diduga mengirimkan screenshoot itu melalui media social sehingga menyebar. 

Sekolah justru harus mengapresiasi anak tersebut, bukan menekan apalagi mengacam siswa yang bersangkutan,” pungkasnya.

Pengaduan KPAI bisa menggunakan pengaduan online, bahkan bisa melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0821-3677-2273.



s. jawapos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy