Pemprov Jabar Minta Bansos Tahap III tak Ada Beras Plastik

Berbagai barang kebutuhan pokok yang disiapkan saat Kick Off Bantuan Sosial Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahap Tiga, di Gudang PT Panasia Indo Resources Tbk, Jalan Moh Toha, Kabupaten Bandung, Rabu (7/10). (foto: republika)

IDEANEWSINDO.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercayakan pemenuhan komoditas bantuan sosial (bansos) tahap III pada BUMD PT Agro Jabar.
 
Menurut Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja,  tahap demi tahap bansos Jabar mengalami perubahan yang dinamis mulai dari besaran uang tunai, komposisi non tunai hingga kerjasama pengadaaan non tunai seperti beras, susu, dan lain-lain. “Tahap satu dan dua Bulog dan PT POS, Bulog saat ini overloading,” ujar Setiawan, dalam kick off bansos tahap III di Bandung, Rabu (7/10), dalam siaran persnya.
 
Setiawan pun  mewanti-wanti Agro Jabar dan PT Pos agar dalam mengemas dan mengirim paket bansos menjaga kualitas dan komoditas yang disalurkan. Menurutnya proses pemaketan 1,9 juta paket bansos sudah pasti mempekerjakan banyak pihak dan harus diawasi secara ketat agar tidak menimbulkan masalah.
 
“Jangan sampai ada masalah dalam jumlah komoditas dan kualitasnya, dari 1,9 juta ada saja 10 atau 5 (cacat]) itu akan jadi viral. Ada kasus beras campur plastik, mudah mudahan tidak terjadi dan itu bukan bansos dari provinsi. Mohon semua diyakinkan karena kita melibatkan orang banyak untuk mengepak,” paparnya.

Setiawan mengatakan, Bansos Jabar menggandeng BUMD Agro Jabar. Karena, Bulog di waktu yang sama juga mendapatkan penugasan dari Pusat terkait penyaluran bansos kementerian untuk korban pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan yang dilakukan pun tenggatnya sama dengan Jawa Barat yakni Desember. “Pusat juga menggunakan Bulog dan PT Pos,” katanya.
 
Namun beruntung, kata dia, ada BUMD PT Agro Jabar yang selama ini sudah terjun dalam bisnis agro. Setiawan berharap Agro Jabar siap mendapatkan penugasan besar terebut. Pihaknya juga memuji Biro BUMD dan Investasi Setda Jabar yang sudah membina Agro Jabar sehingga mampu menerima penugasan tersebut. “Bulog konsentrasi bantuan dari pemerintah pusat, sekarang BUMD, harus siap,” katanya.

Adapun komoditi yang diberikan adalah beras kualitas premium sebanyak lima kilogram (kg), minyak goreng dalam kemasan botol 1 liter,  kornet dua kaleng, sarden kecil dan besar tiga kaleng, satu kg gula pasir, susu kemasan lima kotak, satu paket vitamin C, empat buah masker, serta goody bag yang berfungsi menyimpan seluruh komoditas.

s. republika.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel