Pendukung Jokowi Berbalik Jadi Pengkritik, Istana Tak Panik




IDEANEWSINDO.COM - Banyak pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbalik arah menjadi pengkritik gara-gara UU Cipta Kerja (Ciptaker). Dari awalnya lovers kini menjadi haters. Bukan cuma satu dua orang, tetapi banyak. Meski begitu, pihak Istana tetap santai juga diam. Tidak terlihat adanya tanda-tanda panik.

Kritikan dari para pendukung Jokowi ini bermunculan di jagat Twitter sejak awal pekan lalu. Awalnya, memang hanya satu-dua orang. Namun makin ke sini, makin banyak dan masif. Kritikannya pun makin keras dan pedas.

Kritikan ke Jokowi itu antara lain disampaikan intelektual muda NU Akhmad Sahal. Sebelumnya, santri yang akrab disapa Gus Sahal ini adalah salah satu pendukung garis keras Jokowi. Tapi kini, hampir saban hari Pengurus Cabang Istimewa NU Amerika melontarkan kritik kepada Jokowi.

Intinya, ia kecewa dengan pengesahan UU Ciptaker. Dia memandang, sangat penting mengkritik agar Jokowi tidak terjerumus.

"Justru cara terbaik mendukung Jokowi saat ini adalah dengan mengkritiknya secara terbuka kalau dia keliru. Fanatisme dengan membelanya secara membabi buta justru akan menjerumuskan Jokowi," kicaunya di akun @Sahal_AS.

Nadirsyah Hosen, pendukung Jokowi garis keras lainnya, kini juga rajin melontarkan kritik. Meski Jokowi sudah memberi penjelasan soal UU Ciptaker, kritikannya tidak berhenti. Dosen Fakultas Hukum Monash University ini mempermasalahkan belum adanya draf UU Ciptaker final yang ditunjukkan kepada publik.

"Disuruh baca Undang-Undang, tapi naskah finalnya belum jelas yang mana? Ditangkap menyebar hoaks, tapi naskah benarnya yang mana? Bahkan kami enggak tahu penjelasan presiden dan menteri itu pakai naskah yang mana Tolong. Tolong," cuitnya di akun @na_dirs.

Sebelum mereka, pendukung Jokowi lainnya, Ernest Prakasa, juga mengkritik Jokowi lewat akun Twitter @ernestprakasa.

Bagaimana sikap Istana? Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian, tidak merespons. Jubir Presiden, Fadjroel Rachman, juga tak berkomentar.

Pengamat politik dari President University AS Hikam menyatakan kritikan yang disampaikan para pendukung Jokowi itu bagian dari dinamika politik. Menurut dia, melihat gaya kepemimpinan Jokowi di periode kedua ini, wajar jika kritikan itu datang.

Mantan Menristek ini mengingatkan Jokowi perlu merangkul basis massa. Jangan menyepelekan kritikan-kritikàn dari para pendukungnya. Apalagi NU dan Muhammadiyah sudah beberapa kali dikecewakan. Sebab, kalau ditinggalkan basis massa, Jokowi akan sendirian.

s. wartaekonimi.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy