Penyaluran Bansos di DKI Masih Bermasalah di Lapangan

Penyaluran bansos di kantor sekretariat RW 03 Kelurahan Pela Mampang, Jakarta (foto: antara)


IDEANEWSINDO.COM - PERKUMPULAN Inisiatif masih menemukan penyaluran bantuan sosial (bansos) warga DKI Jakarta bermasalah di lapangan. Ari Nurman dari Perkumpulan Inisiatif telah melakukan sejumlah monitoring pelaksanaan bansos di lapangan. 

Pihaknya menemukan masih terjadi penyaluran bansos tidak tepat sasaran hingga isi bansos tak cukup memenuhi kebutuhan satu keluarga selama PSBB. “Bansos memang respon cepat pemerintah, ini kita hargai. Namun, responnya belum sempurna alias masih banyak permasalahan di lapangan. 

Sekarang bahkan teknis penyaluran bansos langsung ke rumah sudah semakin berkurang hanya 30-40% saja,” kata Ari dalam diskusi secara virtual, Jumat (2/10).

Lebih lanjut dipaparkan, pihaknya menemukan masih adanya duplikasi bansos di lapangan. Ia menyebutkan masih ada 50% warga yang mendapatkan bansos lebih dari dua jenis. 

Bisa dari bansos PSBB, Bantuan Presiden (Banpres), atau dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, hal ini justru menyebabkan banyak warga yang tak kebagian hak perlindungan sosialnya ini. 

Temuan berikutnya dari isi bantuan yang perlu disoroti. Karena isi dari bansos tak sesuai dengan kebutuhan saat pandemi. Misalnya hanya ada satu sabun untuk satu keluarga dalam saru masa bansos sehingga tentu saja ini tidak cukup. 

Dari bahan makanan yang ada di bansos pun disebut tidak memperkuat imun tubuh karena hanya berisi kandungan karbohidrat, lemak, dan sedikit protein. “Jadi dari segi isi ini inim memperkuat tubuh karena hanya karbohidrat, lemak dan sedikit protein gak ada vitamin. 

Jumlah sebagian besar bansosnya itu kurang isinya dan habis dalam kurang dari sepekan saja,” keluhnya. Sementara itu, warga DKI pun diketahui lebih memilih untuk mendapatkan uang cash yang ditransfer ke rekening masing-masing. 

Pilihan ini lebih diambil bila dibandingkan bantuan dalam bentuk bansos sembako. Sehingga ia meminta Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi penyaluran bansos ini. 

Seperti melakukan perbaikan basis data penyaluran bansos, rutin memperbaharui data penerima, hingga memastikan bansos ini harus sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan begitu program PSBB bisa berhasil dan berkontribusi dalam penekanan aksus covid-19.

s: mediaindonesia.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy