Petinggi KAMI Jabar Akan Diperiksa soal Simpatisan Aniaya Polisi

Penganiaya polisi saat demonstran ricuh di Kota Bandung (foto: detikcom)


IDEANEWSINDO.COM - Polisi mendalami keterlibatan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dalam rentetan demo ricuh di Bandung. Petinggi KAMI Jabar rencananya dimintai keterangan.

"Presidium KAMI itu akan dimintai keterangan beberapa orang," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2020).

Erdi mengatakan pihaknya akan meminta keterangan dari petinggi KAMI Jabar itu berkaitan kasus penyekapan dan pengeroyokan anggota polisi berpakaian preman oleh relawan KAMI. "Iya (terkait pengeroyokan)," kata Erdi.

Soal ada dan tidaknya keterlibatan KAMI dengan demo ricuh tiga hari di Bandung, Erdi mengatakan hal itu juga turut akan diselidiki. "Nanti akan didalami," kata Erdi.

Sekadar diketahui, seorang anggota polisi berpakaian preman disekap dan dianiaya relawan KAMI saat unjuk rasa tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang berakhir ricuh di Kota Bandung. Anggota polisi Brigadir A dianiaya menggunakan sekop dan batu.

"Anggota kita dianiaya kepalanya dengan menggunakan sekop kemudian menggunakan batu," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (12/10).

Erdi mengatakan polisi yang mendapatkan informasi langsung melakukan penelusuran. Polisi lalu mendapati Brigadir A dianiaya di sebuah bangunan di Jalan Sultan Agung.

Polisi kemudian menangkap tujuh orang yang kemudian dijadikan tersangka. Dari tujuh orang, tiga orang di antaranya ditahan. Ketiganya yakni DR, DH dan CH.

"Tiga orang tersangka ditahan dan empat orangnya tetap berstatus tersangka," kata Erdi.

KAMI Jabar melalui Koordinator Lapangan Robby Win Kadir mengungkapkan ketiga orang yang diamankan tersebut merupakan simpatisan KAMI. "Dia simpatisan, tapi anggota KAMI ini bisa dalam bentuk organisasi atau perorangan yang bersimpati terhadap KAMI dalam rangka kegiatan-kegiatan penyelamatan bangsa dan kemanusiaan. Itu simpatisan," tuturnya.

Pihaknya menyiapkan bantuan hukum bagi simpatisan yang kini diamankan polisi. "Ada dari LBH dan dari bantuan hukum dari KAMI sendiri KAMI sudah sediakan," ucap Robby.


s. detik.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel