PKS: Banyaknya Korupsi Karena Tak Meneladani Nabi Muhammad SAW

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi

IDEANEWSINDO.COM - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah momentum untuk meneladani berbagai sifat dan kebaikan Rasulullah.

“Banyak hal yang bisa diteladani dari seorang tokoh terbaik yang pernah ada di muka bumi ini, mulai dari keteladanan pribadi hingga keteladanan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Keteladanan untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” ujar Aboe dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Untuk kehidupan pribadi, akhlak Rasulullah Muhammad SAW penuh dengan keteladanan. Sifat jujur (shidiq) yang dimiliki Nabi Muhammad sangat dibutuhkan untuk kehidupan saat ini.

“Banyaknya kasus korupsi disebabkan karena rendahnya tingkat kejujuran. Nilai kejujuran adalah kunci untuk melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia,” katanya.

Sifat amanah yang dimiliki oleh Rasulullah Muhammad SAW juga sangat perlu diteladani, khususnya bagi para pejabat publik. Menjadi pimpinan tentunya harus dapat dipercaya oleh masyarakat, karena itulah sifat amanah sangat diperlukan oleh pemimpin di republik ini.

“Dengan memiliki sifat amanah, maka kekuasaan yang dipercayakan kepada seseorang akan ia pergunakan dengan baik. Semua yang dikerjakan, akan ditujukan untuk kepentingan rakyat dan kebaikan masyarakat, bukan untuk kepentingan segelintir orang dan bukan untuk kepentingan pihak asing,” ungkapnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, salah satu teladan Rasulullah yakni berhasil menyatukan kalangan Muhajirin dan Anshor. Bahkan sejarah mencatat bahwa Rasulullah bukan hanya membuat mereka bersatu, tetapi berhasil mempersaudarakan mereka seperti layaknya hubungan saudara kandung.

“Padahal di antara para sahabat Nabi saat itu, mereka bukan hanya berlatar dari suku di Arab, namun berasal dari berbagai latar lainnya, seperti Salman dari Persia, Suhaib dari Romawi, Bilal yang berdarah Afrika, Maria Al Qibty dari Mesir, ataupun Maimun yang berdarah Kurdi,” ungkapnya.

Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW sebagai pemimpin dalam menjaga persatuan di tengah masyarakat seharusnya menjadi inspirasi untuk para pemimpin bangsa ini.

Karena persatuan dan persaudaraan dalah pondasi penting bagi bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman. Pemimpin harus hadir sebagai tokoh pemersatu, bukan membuat kira tercerai berai. Pemimpin harus hadir sebagai tokoh yang mempersaudarakan kita dalam kebaikan, bukan membuat kita saling menaruh curiga antar sesama, apalagi memberikan stigma keburukan bagi pihak lainnya.

“Pemimpin harus memberikan keteladanan sifat kejujuran, bukan menjadi pihak yang mengajarkan kebiasaan mengingkari ucapan dan janjinya. Pemimpin harus memberikan keteladanan sifat amanah, bukan menjadi pihak yang berlepas tangan atas segala masalah yang ada,” tuturnya.

Dalam momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, PKS berharap agar hari besar ini bukan hanya dijadikan ajang liburan semata, tetapi menjadi sebuah refleksi bagi para pemimpin bangsa ini dan untuk kita semua dalam meneladani berbagai sifat dan kebaikan Rasulullah Muhammad SAW.

“Kita doakan para pemimpin kita agar dapat menjalankan amanah dengan baik untuk kebaikan masyarakat dan untuk kemajuan bangsa Indonesia, terutama saat ini, untuk dapat membawa bangsa kita ke luar dari jurang pandemi dan dari krisis ekonomi yang menyertainya,” pungkasnya.


s. jawapos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy