SBY Sakit Hati Difitnah, Mahfud MD Kasih Saran Bagus

Susilo Bambang Yudhoyono

IDEANEWSINDO.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD menyarankan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan ke polisi jika merasa dirugikan karena merasa difitnah menunggangi atau menggerakkan demo rusuh Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

"Kalau Pak SBY mau ditangani, adukan saja akun itu. Saya juga baru mengikuti akun itu," kata Mahfud dalam video Youtube Karni Ilyas Club yang dikutip pada Selasa (20/10/2020).

Menurut dia, pemerintah tidak membawa atau menyebut nama SBY sebagai dalang kerusuhan demo Omnibus Law. Memang, kata dia, ada yang menunjukkan yang mengaitkan peristiwa rusuh demo dengan SBY itu akun Twitter perempuan.

Mahfud menyebut pemerintahan Jokowi tak pernah berpikir SBY sebagai dalang demo rusuh menolak UU Ciptaker.

"Saya buka oh dia yang mulai, buruk sekali kok di mata dia Pak SBY. Pemerintah tidak pernah berpikir itu. Kita ke tindak pidana saja, kembali barang siapa melakukan apa. Kita tidak bicara partai atau organisasi, tidak melakukan itu," ujarnya.

Maka dari itu, Mahfud menjelaskan alasan pemerintah tidak bertindak terhadap dugaan fitnah yang dialamatkan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut. Padahal, sudah mengetahui dugaan cuitan yang dilakukan akun perempuan tersebut.

"Kenapa pemerintah kok diam saja melihat itu? Loh, itu kan delik aduan. Kalau yang begitu ditangani pemerintah, orang tiap hari mencaci maki Pak Jokowi banyak, tiap hari mencaci maki saya banyak, tidak diapa-apain juga kalau saya dan Pak Jokowi tidak mengadu," jelas dia.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mahfud MD menyarankan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melaporkan ke polisi jika merasa dirugikan karena merasa difitnah menunggangi atau menggerakkan demo rusuh Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja.

"Kalau Pak SBY mau ditangani, adukan saja akun itu. Saya juga baru mengikuti akun itu," kata Mahfud dalam video Youtube Karni Ilyas Club yang dikutip pada Selasa (20/10/2020).

Menurut dia, pemerintah tidak membawa atau menyebut nama SBY sebagai dalang kerusuhan demo Omnibus Law. Memang, kata dia, ada yang menunjukkan yang mengaitkan peristiwa rusuh demo dengan SBY itu akun Twitter perempuan.

Mahfud menyebut pemerintahan Jokowi tak pernah berpikir SBY sebagai dalang demo rusuh menolak UU Ciptaker.

"Saya buka oh dia yang mulai, buruk sekali kok di mata dia Pak SBY. Pemerintah tidak pernah berpikir itu. Kita ke tindak pidana saja, kembali barang siapa melakukan apa. Kita tidak bicara partai atau organisasi, tidak melakukan itu," ujarnya.

Maka dari itu, Mahfud menjelaskan alasan pemerintah tidak bertindak terhadap dugaan fitnah yang dialamatkan kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut. Padahal, sudah mengetahui dugaan cuitan yang dilakukan akun perempuan tersebut.

"Kenapa pemerintah kok diam saja melihat itu? Loh, itu kan delik aduan. Kalau yang begitu ditangani pemerintah, orang tiap hari mencaci maki Pak Jokowi banyak, tiap hari mencaci maki saya banyak, tidak diapa-apain juga kalau saya dan Pak Jokowi tidak mengadu," jelas dia.

Sebelumnya, SBY menanggapi isu dalang kericuhan demo tolak Omnibus Law UU Ciptaker. Hal ini mencuat setelah pernyataan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto hingga Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengaku tahu dalang demo rusuh tersebut.

SBY mengatakan hubungannya dengan Airlangga dan BIN sejauh ini baik. Begitu pun hubungannya dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Saya kok tidak yakin kalau Pak Airlangga, Pak Luhut atau BIN yang dimaksud itu saya. Hubungan saya dan Pak Airlangga selama ini baik, dengan Pak Luhut juga baik, dengan BIN juga baik. Tidak ada masalah. Saya tidak yakin kalau BIN ini menganggap saya ini musuh negara," kata SBY dalam tayangan sebuah video di akun YouTube resminya, yang diunggah Senin (12/10/2020).


s. wartaekonomi.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy