Sindir SBY, Dewi Tanjung: Daripada Bayar Pendemo, Mending Bikin Lagu

Politikus PDIP, Dewi Tanjung


IDEANEWSINDO.COM - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Dewi Tanjung, menyindir mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang dituding membiayai aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja di Jakarta. Kata dia, daripada uang SBY digunakan untuk kepentingan membiayai aksi demo, mendingan buat sebuah proyek lagu saja.

"Pak SBY, bagaimana kita karaokean kita bikin lagu. Daripada uang bapak bayar pendemo, bikin gaduh, negara, bikin rusuh negara. Mendingan kita bikin project lagu," katanya yang dikutip dari akun Twitter Dewi Tanjung15, @DTanjung15, di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Ia pun menyanyikan sebuah lagu dalam video singkat kurang lebih dua menit itu yang ditujukan kepada SBY tersebut. Usai menyanyikan lagu itu, Dewi pun bertanya kepada ayah dari Agus Yudhoyono itu, apakah dia sudah cocok untuk menyanyikan lagu SBY atau tidak?

"Gimana Pak SBY sudah cocok belum untuk menyanyikan lagu Pak SBY, gimana Pak SBY," ujar Dewi Tanjung dalam tayangan video yang diunggah ke Twitter pada 8 Oktober 2020.

Tak hanya soal itu, Dewi juga menyidir dengan adanya gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Bagi dia, KAMI itu adalah: kumpulan aki-aki. "Itu nyai suka karena di dalamnya banyak aki-aki, apalagi nyai itu suka yang gendut-gendut, yang empuk-empuk badannya kalau bersandar badannya hangat," tutupnya.

Respons SBY soal Tuduhan Bandar Demo Omnibus Law

Sementara itu, SBY mengaku sudah menjadi korban fitnah atas demo penolakan disahkannya Undang-Undang Cipta Kerja yang dilakukan sejumlah elemen di berbagai daerah pada Kamis, 8 Oktober 2020. Menurut dia, fitnah seperti ini biasa dilakukan untuk mencari muka kepada pimpinan.

SBY menyadari tuduhan menunggangi, menggerakkan, atau mendanai aksi unjuk rasa yang berujung ricuh bukan pertama kalinya. Pada tahun 2016, SBY juga pernah dituding menggerakkan massa demonstrasi yang disebut Aksi Bela Islam pada 4 November 2016 atau dikenal dengan Aksi 411.


s. wartaekonomi.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy