Statusnya Masih Red Blink, Habib Rizieq Mesti Bayar Denda Ratusan Juta & Dibui 6 Bulan



IDEANEWSINDO.COM - Kabar kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air disebut masih terganjal dengan statusnya yang masih masuk daftar 'blinking merah' di dalam sistem portal Imigrasi Arab Saudi.

'Blinking merah' dalam sistem imigrasi Arab Saudi itu menjelaskan status visa Habib Rizieq sudah habis (ta'syirat mutanahiyah) alias overstayer. Lebih lanjut, dalam portal tersebut tertulis Habib Rizieq sebagai 'pelanggar'.

"Ada juga kolom ma'lumat al-mukhalif (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar," kata Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, Rabu (14/10/2020).

Dari hasil komunikasi Dubes RI dengan otoritas Arab Saudi, nama Muhammad Rizieq Shihab masih 'red blink' di sistem Imigrasi Arab Saudi. Agus menegaskan 'red blink' ini adalah sinyal bahwa Habib Rizieq belum bisa keluar dari Arab Saudi.

Habib Rizieq belum bisa kembali ke Indonesia karena mesti membayar denda akibat masa tinggal melebihi batas waktu yang diizinkan oleh Arab Saudi atau overstayer.

Direktorat Jenderal kantor paspor (Al Jawazat) di Arab Saudi, sejak Februari 2016, telah mengumumkan akan memberlakukan hukuman ketat pada setiap ekspatriat yang melebihi masa berlaku visa mereka.

Al Jawazat telah menyarankan kepada semua pemegang visa harus memperhatikan persyaratan visa mereka dan tidak boleh overstay atau mereka akan menghadapi hukuman berat.

Bagi ekspatriat yang tinggal melebihi masa berlaku visa mereka, akan dikenakan sanksi denda hingga SAR 50.000 (sekitar Rp192 juta) dan enam bulan penjara. Selanjutnya akan dideportasi dan bisa mengakibatkan larangan kunjungan ke Arab Saudi selamanya.

Sanksi denda overstay ini berlaku progresif. Pelanggaran pertama akan dikenai denda SAR 15 ribu (sekitar Rp57 juta). Besaran denda akan meningkat jika melakukan pelanggaran kedua, menjadi SAR 25 ribu (sekitar Rp96 juta) dan penjara tiga bulan.

Pelanggaran overstay ketiga kalinya akan diancam hukuman penjara enam bulan, denda SAR 50 ribu, dan deportasi. Kemudian larangan lima tahun tidak bisa masuk ke Arab Saudi sejak deportasi. Arab Saudi berhak menolak visa seseorang yang pernah terkena sanksi overstay dan memberlakukan larangan masuk Arab Saudi selamanya.

Amnesti Raja

Jika tidak ingin membayar denda, Habib Rizieq harus menunggu saat pengampunan atau amnesti denda overstay dari Kerajaan Saudi Arabia. Terakhir kali Kerajaan Saudi Arabia memberikan amnesti, yakni pada 2016.

Selain menunggu amnesti, cara lainnya agar bisa kembali ke negara asal tanpa membayar denda overstay, adalah dengan cara menyerahkan diri ke detensi Imigrasi Arab Saudi untuk ditangkap dan dideportasi.

Namun demikian, prosesnya cukup panjang dan sangat ekstrem karena sekitar enam sampai sepuluh bulan yang bersangkutan harus dipenjara di imigrasi, serta larangan kembali ke Arab Saudi selama lima tahun, bahkan bisa selamanya. "Itu cara ekstrem, kalau ingin cepat pulang," kata Dubes Agus Maftuh beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPD FPI DKI Jakarta, Novel Bamukmin, mengatakan Habib Rizieq segera pulang ke Tanah Air dalam waktu tak lama lagi.

Dalam keterangannya, kabar kepulangan HRS tersebut langsung diterimanya dari Kota Mekah, Arab Saudi. Habib Rizieq akan dapat pulang karena disebut sudah tidak ada lagi pencekalan dari otoritas Arab Saudi.

"Adapun inti dari informasi yang kami terima langsung dari Kota Suci Mekkah Al-Mukarromah adalah bahwa setelah melalui proses perundingan panjang antara lB-HRS dan otoritas Saudi Arabia, tanpa bantuan rezim zalim Indonesia, akhirnya terdapat kejelasan dan titik terang mengenai kepulangan lB-HRS," kata Novel dalam keterangannya.

Novel mengatakan cekal yang diberikan kepada Habib Rizieq telah dicabut oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Tak hanya itu, bahkan Habib Rizieq juga dibebaskan dari denda yang sebelumnya diberatkan kepadanya.


s. wartaekonomi.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy