Sugi Nur Masih Ditahan, Polisi Masih Enggan Beri Penangguhan

Sugi Nur Rahardja bersama Tim Pengacara

IDEANEWSINDO.COM - Tim kuasa hukum Sugi Nur Rahardja, Chandra Purna Irawan mengaku telah menyerahkan permohonan surat penangguhan penahanan terhadap kliennya. Namun hingga kini, belum ada informasi kepastian Sugi Nur Rahardja akan keluar dari rumah tahanan Bareskrim Polri.

“Kita belum dapat kepastian terkait hal tersebut,” kata Chandra dikonfirmasi, Kamis (29/10).

Chandra mengklaim, sudah ada 100 orang lebih penjamin penangguhan penahanan terhadap Sugi Nur. Mereka terdiri dari keluarga, ulama dan tokoh masyarakat.

Alasan penangguhan penahanan terhadap Sugi Nur, sambung Chandra, karena memiliki banyak santri yang perlu diperhatikan. Menurutnya, santri-santri tersebut memerlukan biaya untuk kehidupan sehari-hari.

“Ustad Sugi Nur memiliki santri-santri yang perlu untuk diperhatikan dari sisi pembinaan mengaji Al-Qur’an, nafkah dan operasional pesantren. Karena santri-santri dan operasional pesantren selama ini yang membiayai adalah ustadz Sugi Nur,” pungkas Chandra.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mempersilakan pihak Sugi Nur Rahardja untuk mengajukan praperadilan apabila tidak setuju dengan penangkapan yang dilakukan aparat.

“Kalau tidak setuju terkait dengan penangkapan silakan, tersangka, keluarganya atau kuasanya bisa mempraperadilankan Kepolisian,” tegas Awi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/10).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Bareskrim Polri telah menetapkan Gus Nur sebagai tersangka pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena diduga menghina Nahdlatul Ulama (NU). Gus Nur harus menjalani penahanan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.

“Sudah ditahan di Bareskrim, disangkakan melanggar UU ITE,” ujar Argo, Minggu (25/10).

Gus Nur disangkakan melanggar Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE Pasal 28 ayat 2 Undang-undang ITE, ancaman 4 tahun dan 6 tahun penjara.

Untuk diketahui, Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/BARESKRIM. Gus Nur dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghinaan dan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) melalui media elektronik dalam akun Youtube MUNJIAT Channel.

Selain Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon, PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor juga melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri atas tuduhan yang sama. Gus Nur dianggap melecehkan NU dalam wawancara bersama Refly Harun.


s. jawapos.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy