Tengku Zul: Jika 1,9 Milyar Umat Memboikot Produk Prancis, Maka Berhasil Menjungkirkan Macron!

Tengku Zulkarnain

IDEANEWSINDO.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ustad Tengku Zulkarnain ikut berkomentar terkait ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang bernada anti Islam.

Lewat cuitan twitternya, Tengku Zul mengatakan jika 1,9 miliar umat muslim sedunia memboikot produk Prancis, maka bisa saja Presiden Macron lengser dari kekuasaannya.

Untuk itu, Tengku Zul mengatakan model boikot bisa saja digunakan untuk menyakinkan orang untuk menjungkirkan penguasa dimanapun.

"Jika 1,9 Milyar Umat sedunia memboikot produk Prancis berhasil menjungkirkan Macron dari kursi Kepresidenannya, maka model boikot Ekonomi akan meyakinkan Orang seluruh dunia untuk dipakai menjungkirkan Penguasa Diktator di manapun berada. Lihat dan Pahamkan, " katanya lewat cuitan twitternya @ustadztengkuzul seperti dikutip Akurat.co, Kamis (29/10/2020).

Pernyataan Tengku Zul itu pun langsung mengundang perhatian netizen budiman. Salah satunya akun @NurIkhsan29 yang menyebut, "sesederhana itukah," kicaunya.

Selain itu, akun @lupadiri berceloteh, " Yang sanggup beli produk Prancis cuma beberapa orang, ntadz? Lebih banyak orang kafir yg belanja produk mereka," cuitnya.

Seperti diketahui, Presiden Prancis Emmanuel Macron dianggap telah menghina Islam setelah menyebutnya sebagai agama yang mengalami krisis di seluruh dunia.

Kemudian sikap Macron terhadap Islam, seperti penerbitan ulang karikatur yang menghina Nabi Muhammad SAW, dan proyeksi karikatur-karikatur tersebut di dinding bangunan, memicu boikot produk Prancis di beberapa negara termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, Sudan, Palestina, dan Maroko.

Kementerian Luar Negeri Prancis telah menyerukan diakhirinya boikot dan protes terhadap Prancis.

Hal ini bermula pada 16 Oktober lalu, guru di Prancis bernama Samuel Paty, 47, dipenggal pria 18 tahun asal Chechnya saat korban dalam perjalanan pulang dari sekolah tempat dia mengajar.

Guru itu diserang setelah mempertontonkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam diskusi kebebasan berbicara dan berekspresi di kelas.

Setelah itu Macron mulai mengatakan mereka tidak akan berhenti menerbitkan kartun yang menghina nilai-nilai Islam, dan membuat stament bernadakan anti Islam.


s. akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy