Hanura: Tito Jangan Cuma Tebar Ancaman, Segera Berhentikan Anies



IDEANEWSINDO.COM - Politisi Partai Hanura Inas Nasrullah mendesak Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak sekedar menebar ancaman memberhentikan kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan(Prokes). 

Ancaman Mantan Kapolri itu harusnya dibuktikan. Sehingga Tito tidak sekedar melempar bola panas atas nama penegakan protokol Covid-19.

Menurut Inas, ancaman Tito seharusnya tak perlu menunggu terbitnya instruksi. Sebab, kata Inas, peristiwa pelanggaran Prokes sudah terjadi. Misalnya kejadian penjemputan Habib Rizieq Shihab (HRS) dan pengajian maulid di Petamburan.

"Sudah ada dan terjadi suatu kasus kerumunan masa yang sangat masif di Petamburan, akibat ijin yang diberikan oleh Gubernur DKI kepada panitia Maulid Nabi dan pernikahan anaknya Habib Rizieq di Petamburan tersebut," kata Inas, Kamis (19/11/2020)

Dia mengatakan, kebijakan memberikan izin bertentangan dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014. UU ini memungkinkan Tito memberhentikan Anies lantaran membuat kebijakan yang merugikan kepentingan umum dan meresahkan masyarakat.

Peristiwa penjemputan dan rangkaian acara setelahnya di markas FPI dia anggap merugikan kepentingan umum dan meresahkan sekelompok masyarakat atau bahkan mendiskriminasi warga negara atau golongan masyarakat lain yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Apabila melanggar ketentua tersebut maka diberhentikan," katanya.

Anies juga dia anggap melanggar Permen nomor 9 tahun 2020 tentang PSBB dan UU nomor 38 tahun 2005 tentang jalan.

"Sanksi tegas pemberhentian ini, jika dilaksanakan oleh Tito, maka akan menjadi peringatan kepada Kepala Daerah lain-nya untuk tidak main-main dalam memberikan ijin kegiatan maupun perayaan yang menyebabkan kerumunan masa yang padat," katanya.


s. akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy