Kerumunan, MUI: Kerja Keras 10 Bulan Hancur

Wasekjen MUI, Nadjamuddin Ramly

IDEANEWSINDO.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai, kerja keras pihak-pihak terkait dalam menekan angka penyebaran Covid-19 hancur lebur gara-gara kerumunan massa yang terjadi belakangan ini.

Wasekjen MUI, Nadjamuddin Ramly mengaku menyesalkan terjadinya kerumunan massa yang memperbesar risiko penularan Covid-19 dan menyerukan kasus serupa tidak terulang.

“Kita sangat menyesalkan, kerja keras sepuluh bulan dihancurkan oleh kegiatan-kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir,” tegas dalam Rapat virtual Satgas Penanganan Covid-19 yang diikuti lebih dari 500 peserta, Minggu (22/11/2020).

MUI, menurut Ramly, berkomitmen terus mendukung dan meminta Satgas Penanganan Covid-19 mengedepankan aksi penyelamatan jiwa manusia. 

“Umat Islam tahu betul, untuk dan atas nama penyelamatan jiwa manusia, yang wajib pun bisa diringankan. Wajib sholat jumat di masjid bisa dilakukan di rumah. Idul Fitri di lapangan, bisa di rumah. Wajib merapatkan shaf saat shalat berjamaah, bisa diatur menjadi berjarak," ujarnya.

"Itu semua atas nama dan demi penyelamatan manusia. Dalilnya pun jelas, baik dalil naqli maupun dalil aqli. Baik yang bersumber dari Alquran dan hadits maupun pemikiran ulama,” lanjutnya.

Ramly menyebut, tidak kurang dari 12 fatwa sudah dikeluarkan MUI terkait situasi pandemi. Antara lain, tata cara sholat bagi tenaga kesehatan yang tengah melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19. 

"Berikutnya, fatwa mengenai pemulasaraan jenazah Covid-19, lalu sholat idul fitri dan sholat idul adha di rumah masing-masing, dan banyak fatwa lain," tukasnya.

Perlu diketahui, beberapa kerumunan terjadi melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (RS). Diantaranya saat dia tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). HRS beserta keluarga kembali ke tanah air setelah berada di Arab Saudi selama tiga tahun. 

Selanjutnya terkait kerumunan yang terjadi di akad nikah putri RS sekaligus acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan Jakarta, saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi masih berlaku.

Juga terkait kerumunan yang dihadiri RS di kawasan Megamendung, Bogor, Jawa Barat pada 14 November lalu.


s. rri.co.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy