Suap Edhy Prabowo, PT ACK Berpotensi Jadi Tersangka Korporasi



IDEANEWSINDO.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menetapkan tersangka korporasi dalam kasus suap terkait penetapan izin ekspor benih lobster yang menjerat Edhy Prabowo (EP). Penetapan tersangka tersebut jika ditemukan bukti yang cukup.

"KPK tidak segan untuk menetapkan pihak-pihak lain sebagai tersangka dalam perkara ini termasuk tentu jika ada dugaan keterlibatan pihak korporasi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Tak hanya menyeret korporasi, KPK akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terkait kasus tersebut. Dalam hal ini KPK akan menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

Namun untuk saat ini KPK masih fokus pada pembuktian unsur-unsur pasal yang disangkakan atas tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Setelah nanti memeriksa sejumlah saksi akan dilakukan analisa lebih lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut," ucap Ali.

Diketahui, PT ACK merupakan satu-satunya perusahaan forwarder yang ditunjuk sebagai pihak yang mengangkut benur berdasarkan kesepakatan Perkumpulan Pengusaha Lobster Indonesia (Pelobi) yang disinyalir berada di bawah komando Andreau Pribadi, dengan memanfaatkan posisinya sebagai ketua tim uji tuntas ekspor benih lobster.

Berdasarkan data kepemilikan yang dipublikasikan pihak KPK, pemilik PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar. Namun, keduanya diduga hanyalah merupakan nominee alias pinjam nama dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja.

Amri dan Achmad Bahtiar menjadi Komisaris PT ACK yang masing-masing memiliki saham 41,65 persen. Keduanya menarik uang hasil pembayaran eksportir benih di ACK ke rekening pribadi masing-masing dengan total nilai Rp9,8 miliar.

Achmad Bahtiar kemudian melakukan transfer uang senilai Rp3,4 miliar pada 5 November 2020 ke rekening Ainul Faqih selaku staf istri Menteri KKP. Uang itu digunakan Edhy Prabowo, Iis Rosyati Dewi dan dua staf khusus Menteri KKP untuk belanja barang mewah.



s. akurat.co

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy