Balik Pertanyaan Haikal Hassan, Deddy Sitorus: Contohkan Orang Masuk Penjara karena Kritik Jokowi



IDEANEWSINDO.COM - Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus membalik pertanyaan dari Haikal Hassan.

Sebelumnya Haikal Hassan menanyakan kepada Deddy Sitorus contoh kritik yang didengar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Deddy Sitorus kemudian balik bertanya contoh orang yang masuk penjara karena mengkritik pemerintah.

Hal itu terjadi dalam acara DUA SISI 'tvOne', Kamis (11/2/2021).

"Boleh enggak saya tanya Babe Haikal?" kata Deddy Sitorus minta izin.

"Tadi kan Anda sudah nanya saya pas saya ngomong. Beri saya satu contoh orang masuk penjara karena kritik pemerintah," tanya Deddy Sitous.

Menanggapi hal itu, Haikal Hassan mengaku masih belum selesai dalam memberikan penjelasan.

Meski begitu ia berjanji akan menjawabnya ketika penjelasannya sudah selesai.

Namun di satu sisi, Deddy Sitorus meminta supaya bisa segera dijawab.

"Biar imbang, tadi pas saya ngomong ditanya," kata Deddy Sitorus.

"Tadi saya kan langsung jawab, ada enggak kasih saya contoh orang karena mengkritik dengan benar lalu masuk penjara," jelasnya.

Setelah mengikuti intruksi dari moderator, Deddy Sitorus akhirnya menerima supaya Haikal Hassan menyelesaikan penjelasannya.

Haikal Hassan lantas melanjutkan penjelasannya soal sebuah analisa terhadap suatu keputusan.

Yakni menurutnya dalam maasyarakat ada yang mengkritik dan ada yang tidak mengkritik.

"Kalau kritik ditangkap atau tidak ditangkap. Nah ini baru kejawab, sabar sebentar," kata Haikal Hassan.

"Terus kalau enggak ditangkap, apakah kritiknya dibaca atau tidak dibaca? Oh dibaca, didengar atau enggak didengar? Di dengar. Dijalani atau enggak dijalani?" lanjutnya.

Poin intinya menurut Haikal Hassan adalah kritik yang diberikan oleh masyarakat bisa diterima atau tidak atau hanya sekadar didengar saja.

"Kemudian ada contohnya enggak kritik masyarakat lalu dijalankan atau dibahas."

"Kalau enggak ada contoh maka keputusannya di akhir, oh lebih baik tidak usah kritik, silahkan jalan," jelasnya.

Sementara itu terkait pertanyaan dari Deddy Sitorus,  Haikal Hassan mengakui sejauh ini belum ada kasus pengkritik terhadap pemerintah atau Jokowi yang ditahan.

Hanya saja menurutnya, banyak buzzer yang justru menyerang balik.

"Lalu pertanyaannya Pak Deddy tadi 'Emang ada yang kritik Pak Jokowi langsung ditahan?' Enggak ada."

"Tetapi kerjaan para buzzer yang membuat orang takut dengan contoh-contoh yang di mana pengkritik itu adalah orang-orang yang selama ini memosisikan diri sebagai oposisi itu terjadi," ungkapnya.

"Pak Jokowi enggak tahu, misalnya saya, teman-teman yang lain semua," tambahnya.

Ungkit Rekam Jejak Jokowi, Haikal Hassan Duga Imbauan Kritik Sandiwara

Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan kembali mengungkit janji Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Haikal Hassan bahkan menduga imbauan Jokowi agar masyarakat aktif mengkritik hanyalah sandiwara belaka.

Hal itu diungkapkannya dalam acara DUA SISI tvOne, Kamis (11/2/2021).

"Karena yang menyampaikan ini kan Pak Jokowi," kata Haikal.

Ia mengatakan, selama ini masyarakat sudah aktif mengkritik pemerintahan.

Karena itu, Haikal justru memertanyakan imbauan Jokowi tersebut.

"Dengan hormat ini saya katakan, ini mungkin ada suatu perubahan perbaikan ke depan," kata Haikal.

"Tapi kalau ada kalimat 'Pak Jokowi minta masyarakat kritik'."

"Loh emang selama ini kita enggak kritik? Kalau dibilang minta berarti kurang dong."

"Selama ini kita kurang? Selama ini kurang semua orang kritik Pak Jokowi?," sambungnya.

Terkait hal itu, Haikal lantas mengungkit soal pernyataan Jokowi.

Haikal pun menyinggung kemungkinan buruk yang akan terjadi bagi para pengkritik Jokowi.

"Lagi pula, dengan segala hormat saya katakan, Pak Jokowi berkata 'Saya rindu didemo'," kata Haikal.

"Begitu didemo hasilnya apa tuh? Kita tahu semua."

"Yang kedua, sekarang bicara lagi seperti itu."

"Mohon maaf, saya jadi keingat judul film zaman dulu ya, kejarlah daku kau ku tangkap," tambahnya.

Lebih lanjut, Haikal juga membahas rekam jejak Jokowi sejak awal memimpin pemerintahan.

Menurut Haikal, Jokowi sudah terbukti kerap mengingkari janji sejak periode pertama.

"Bisa-bisa kritiklah daku kau ku tangkap," kata Haikal.

"Pak Jokowi udah banyak rekam jejak, ini bukan menghina ya, ini kritik."

"Rekam jejak di mana Beliau mengingkari janji periode satu."

Karena itu, Haikal lantas menduga imbauan kritik ini hanya sandiwara belaka.

"Jadi timbulnya acara ini itu kan menandakan bahwa ini ucapan yang jangan-jangan panggung sandiwara."

"Jangan-jangan loh ya," tandasnya.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy