Ngaku Disingkirkan, Max Sopacua: AHY Tak Punya Intelektual



IDEANEWSINDO.COM - Max Sopacua, mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat merasa dirinya tidak dihargai oleh Agus Harimurti Yudhoyono sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat.

Bahkan mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ini ketika AHY menjabat sebagai ketua umum dan memilih pengurus dirinya diibaratkan sebagai penumpang yang diturunkan oleh angkot di pinggir jalan.

“Kita sebenarnya diberi ucapan terima kasih juga sudah cukup, tapi kita malah dianggap sebagai penumpang angkot yang diturunkan di pinggir jalan dan disingkirkan seperti penumpang angkot,” kesalnya saat menceritakan kisah perjalanan karir politik AHY di Podcast HS TV bersama Hazairin Sitepu, CEO Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (09/01/2021).

Max juga menganggap bahwa AHY tidak mempunyai intelektual dan tidak pernah menghargai kepada para pendiri dan pejuang Partai Demokrat yang telah membesarkan Partai Demokrat.

“Kalau kita lihat perjalanan karir politik dari AHY dia sebenarnya militer dan tahun 2017 dia dicalonkan sebagai Calon Gubernur tahun 2017 yang lalu dengan pangkat mayor,” kat Max Sopacua saat mengisi podsast HS TV bersama Hazairin Sitepu, CEO Radar Bogor di Gedung Graha Pena, Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (09/01/2021).

Pada waktu, lanjut Max, AHY datang dan baru dibuat kartu anggota (KTA).

“Padahal menurut anggaran dasar dan rumah tangga (AD/ART) kalau mau jadi pemimpin itu harus punya waktu magang di pengurus itu harus sekian tahun. Minimal 5 tahun kalau tidak salah,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Max Sopacua merupakan salah satu orang yang akan melakukan kudeta Partai Demokrat.

Selain max, nama Moeldoko juga disebut-sebut akan mengkudeta Partai Demokrat.


s: pojoksatu.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy