Polisi Tak Ungkap Penyakit Ustaz Maaher karena Sensitif, DS: Entar Dibuka Beneran, Ente Ribut Lagi



IDEANEWSINDO.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar berkomentar terkait banyak pihak yang ingin penyakit Ustaz Maaher At-Thuwailibi diungkap.

Seperti diketahui, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, penyakit yang diderita Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi sebelum meninggal dunia sensitif untuk diungkapkan ke publik.

Meski sudah ada keterangan Polri, di media sosial banyak yang mempertanyakan soal penyakit Maaher.

Denny Siregar pun berkomentar seperti dilansir Tribun-timur.com di akun Twitter @Dennysiregar7.

"Kalau polisi udah bilang, gak usah kasih tau nama penyakitnya supaya tidak membuat malu keluarganya, ya udah diem aja.. Tahu sendiri lah..

Gak usah merongrong mulu supaya buka2an. Entar dibuka beneran, ente ribut lagi, "Masak sih sampe segitu ???" tulis Denny Siregar, Selasa (9/2/2021) pukul 10.46 malam.

Diberitakan sebelumnya Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, penyakit yang diderita Soni Eranata atau Ustaz Maaher At-Thuwailibi sebelum meninggal dunia sensitif untuk diungkapkan ke publik.

Karena itu, Polri tidak membicarakan penyakit Maaher yang wafat di Rutan Bareskrim Polri.

"Karena sakit meninggalnya. Saya tidak bisa menyampaikan sakitnya apa karena ini adalah sakit yang sensitif ya," kata Argo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

"Ini bisa berkaitan dengan nama baik keluarga almarhum," tambahnya.
Argo menegaskan, selama penahanan, Maaher mendapatkan perawatan dari tim dokter.

Selain itu, Maaher juga sempat dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dia mengatakan, seluruh perawatan Maaher ada rekaman medisnya.

"Yang terpenting bahwa dari keterangan dokter dan dari perawatan-perawatan yang ada bahwa Saudara Soni Eranata ini sakit. Sakitnya sensitif yang bisa membuat nama baik keluarga juga bisa tercoreng kalau kami sebutkan di sini," tuturnya.

Sementara itu, kuasa hukum Maaher, Novel Bamukmin, mengatakan, kliennya menderita radang usus akut sebelum meninggal di tahanan.

Selain itu, Maaher juga mengalami alergi kulit disebabkan cuaca yang belakangan tidak baik.

Maaher sempat dirawat di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, tetapi menurut Bamukmin tidak maksimal.

"Sakit radang usus akut dan penyakit kulit karena alergi cuaca dan penanganan medis yang buruk," kata Bamukmin saat dihubungi, Selasa (9/2/2021).

Ia mengatakan, kuasa hukum sempat mengajukan penangguhan penahanan Maaher.

Namun Bareskrim Polri menolak.

"Ketika kami ajukan penangguhan ditolak terus, dengan begitu saya selaku kuasa hukum menyesalkan kejadian itu," tuturnya.

Maaher ditahan di Rutan Bareskrim Polri setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA di media sosial. Ia ditangkap pada 3 Desember 2020 dan ditahan sejak 4 Desember 2020.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy