Runtutan Kasus yang Menjerat Rizieq Shihab, Bareskrim Polri Limpahkan seluruh Berkas



IDEANEWSINDO.COM - Bareskrim Polri akan limpahkan seluruh berkas penyidikan perkara Rizieq Shihab sebagai tersangka kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dokumen yang dikirimkan ke Kejaksaan itu terdiri atas berkas dugaan pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan dan Megamendung, serta berkas dugaan pidana menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular ketika pengambilan uji Swab di RS Ummi Bogor.

“Hari ini rencananya semua BP (berkas perkara) protokol kesehatankembali dilimpahkan ke JPU,” kata Direktur Tindak Pidana (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi Selasa, 2 Februari 2021.

Sebelumnya, Kejaksaan mengembalikan berkas Habib Rizieq kepada Bareskrim Polri karena Jaksa menilai berkas perkara belum lengkap atau P-19.

Dalam kasus kerumunan di Petamburan, Habib Rizieq menjadi tersangka bersama lima orang lainnya, yaitu Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, Sobri Lubis, serta Idrus, sementara kasus Megamendung, Habib Rizieq menjadi tersangka tunggal.

Dalam kasus RS UMMI, Rizieq Shihab menjadi tersangka bersama Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr Andi Tatat dan Hanif Alatas.

Beberapa waktu lalu, santer tersiar kabar kondisi kesehatan Habib Rizieq. Atas kabar tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyatakan bahwa Rizieq Shihab dalam kondisi sehat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai adanya pemeriksaan kesehatan terhadap Rizieq Shihab ketika menerima kunjungan keluarga.

Argo memastikan, tim dokter Polri telah melakukan pengecekan kesehatan terhadap Rizieq Shihab yang hasilnya tidak mengkhawatirkan dan kondisi MRS baik-baik saja.

“Tensi, suhu, saturasi O2 semua normal,” katanya,dikutip Pikiran-Rakyat.com (PR) dari PMJ News.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono telah mengungkapkan bahwa berita yang menyebutkan kondisi Habib Rizieq memprihatinkan adalah berita bohong (hoaks).

 “Kondisinya (Rizieq Shihab) sehat walafiat. Jadi kalau ada isu-isu sakit keras segala macam itu bohong ya,” kata Brigjen Rusdi Hartono.

Sepertinya, Habib Rizieq Shihab harus kembali berurusan dengan hukum usai dilaporkan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII.

Awal mulanya, Rizieq Shihab ditahan terkait kasus kerumunan yang terjadi di Petamburan, Jakarta Pusat. Kemudian, ia menjadi tersangka dalam kasus kerumunan yang terjadi di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Sementara kasus terbaru yang dilaporkan pihak PTPN VIII, yaitu terkait penggunaan lahan tanpa izin untuk Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Habib Rizieq dilaporkan langsung ke Bareskrim Polri. Laporan polisi yang dilayangkan PTPN VIII terdaftar dalam: LP/B/0041/I/2021/Bareskrim tertanggal 22 Januari 2021 dengan terlapor Muhammad Rizieq Shihab. 

Dia dipersangkakan dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Tindak Pidana Kejahatan Perkebunan.

Selanjutnya, Pasal 69 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kejahatan Penataan Ruang, Pasal 167 KUHP tentang Memasuki Pekarangan Tanpa Izin, dan Pasal 385 KUHP tentang Penyerobotan Tanah dan Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

Keterangan terkait pelaporan Habib Rizieq ke Bareskrim Polri disampaikan langsung oleh kuasa hukum PTPN VIII, Ikbar Firdaus Nurrahman di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat pekan lalu.


s: pikiran-rakyat.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy