Siapa Sosok Fredy Kusnadi, Otak Mafia Tanah yang Disebut Dino Patti Djalal?



IDEANEWSINDO.COM - Aksi mafia tanah yang banyak merugikan masyarakat kembali menyeruak setelah eks Dubes Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, angkat bicara karena menjadi korban. Tak tanggung-tanggung, 3 lahan milik Dino dan keluarga jadi sasaran mafia tanah.

Semua peristiwa itu diunggah lewat akun twitter Dino Patti Djalal. Yang terbaru, Dino mengungkap sosok otak alias dalang di balik penjarahan terhadap tanah miliknya dan keluarga. Sosok itu, yakni Fredy Kusnadi.

Dino mengatakan, Fredy tak bekerja sendiri. Ada 3 orang lainnya yang ikut dalam pengambilalihan tanah secara ilegal.

Namun, nasib Fredy berbeda dengan ketiga rekannya. Dino menyebut, Fredy sempat ditangkap jajaran Polda Metro Jaya pada 11 November 2020 di kompleks Executive Paradise. Dino mencari sendiri informasi itu dengan menanyakan kepada petugas keamanan di sana.

Sayangnya, setelah dibawa polisi, Fredy dilepas begitu saja.

"Update MafiaTanah: Ternyata polisi pernah tangkap dalang sindikat tanah a.n. Fredy Kusnadi tanggal 11 November 2020 jam 9 malam. Namun setelah dibawa ke Polda Metro, malam itu juga sang dalang dibebaskan tanpa proses hukum yang transparan dan jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya," beber Dino Patti Djalal seperti dikutip kumparan, Jumat (12/2).

"Jelas di sini ada proses hukum yang tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap OTT, namun anehnya dalangnya setelah tertangkap kemudian dilepas polisi sementara 3 kroconya terus ditahan selama 2 bulan," tambah dia.

Dino bahkan secara langsung meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit untuk turun tangan dan menangkap Fredy Kusnadi.

"Yang terhormat Kapolri, Kapolda, sebagai korban mafia tanah, sebagai rakyat biasa, saya mohon informasi baru ini diusut. Ucapan saya dapat dipercaya. Taruhannya adalah reputasi, keseriusan + kredibilitas polisi di mata rakyat dalam #berantasmafiatanah," tambah dia.

Komplotan mafia tanah tak tanggung-tanggung dalam memberangus lahan Dino Patti Djalal. Ada 3 tanah yang diubah kepemilikannya oleh komplotan mafia tanah ini.

Ketiganya sudah dilaporkan Dino Patti Djalal ke Polda Metro Jaya. Ketiga tanah itu ada di Cilandak Barat, Kemang, dan Cilacap.
Soal 3 orang kroco yang disebut Dino Patti Djalal, Polda Metro Jaya punya penjelasan. Namun, tanggal penangkapan berbeda dengan informasi yang disampaikan Dino.

Kasubdit Harta Benda Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dwiasi Wiyatputera mengungkap identitas tersangka yang telah ditangkap. Mereka adalah Arnold Siahaya, Dedi Rusmanto, dan Ferry. Ternyata kasus yang sama juga pernah menjerat ketiganya pada tahun 2019 lalu.

"Subdit Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku mafia sertifikat tanah yang baru-baru ini merugikan ibunda Dino Patti Djalal," kata Dwiasi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/2).

"Pelaku saat ini sudah menjalani putusan pidana terkait mafia properti yang diungkap oleh Subdit Harda pada tahun 2019. Saat ini pelaku juga sudah berada di rutan PMJ dan lapas Cipinang," tambahnya.

Fredy Kusnadi rupanya menjadi orang yang berniat membeli lahan keluarga Dino di Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Itu terjadi pada 2019.

"Pada tahun 2019, rumah tersebut sempat akan dijual kepada orang yang mengaku bernama Lina. Saat itu, Lina menghubungi Yurmisnawita (orang kepercayaan ibu Dino) dengan membawa calon pembeli bernama Fredy Kusnadi," terang Dwiasi.

"Dalam proses tersebut, Lina memaksa pelapor untuk menerima penawaran pembelian rumah, namun pelapor menolaknya karena pelapor tidak mau menjual rumah tanpa ada persetujuan dari pemilik asli rumah tersebut, yakni Zurni Hasyim Djalal. Sehingga dalam pertemuan tersebut tidak terdapat hasil apa pun," ujarnya.

Dari situlah kepemilikan tanah berubah menjadi nama Fredy Kusnadi. Dino menduga ada sejumlah modus yang dipakai sehingga tanah itu bisa berubah nama.

Di antaranya, mengincar target, membuat KTP palsu, berkolusi dengan broker hitam dan notaris bodong, lalu memasang figur-figur mirip foto di KTP yang dibayar untuk berperan sebagai pemilik KTP palsu.

Terkait dengan keberadaan Fredy Kusnadi, Kabid Humas Polda Metro Jaya mematikan, penyidik masih mengejar dia.

"Kesatu ini sudah kita ketahui tersangkanya sedang kita lakukan pengejaran," kata Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (11/2).

Sayangnya, polisi tidak mengungkap lebih jauh siapa sosok Fredy Kusnadi. Dino juga belum mengungkap lebih jauh siapa sosok Fredy yang disebutnya sebagai otak dari semua berubahnya sertifikat tanah Dino dan keluarga.


s: kumparan.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy