Soal Aisha Wedding yang Promosikan Menikah Umur 12 Tahun, DPR: Ini Sebuah Pelanggaran!



IDEANEWSINDO.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq menilai, Aisha Wedding yang menawarkan jasa pernikahan muda melanggar aturan batas pernikahan seorang warga negara Indonesia.

“Tentu kalo ada WO (wedding organizer) yang justru melanggar undang-undang yang diatur dan disepakati oleh negara, ini adalah sebuah pelanggaran dan kita menginginkan siapapun mereka untuk taat kepada aturan,” ujar Maman kepada wartawan, Kamis (11/2/2021).

Ia berharap masyarakat tidak ada yang tertarik dengan penawaran yang diberikan oleh Aisha Wedding itu. Pasalnya persyaratan pernikahan menurut dia sejatinya sudah diatur oleh pemerinah.

“Bahwa pernikahan muda itu harus betul-betul dihindari apalagi pada usia sangat muda 12 tahun. Kita tahu usia yang diatur oleh peraturan hari ini justru menentukan pada usia dimana tingkat kematangan perempuan sudah lebih teruji,” jelasnya.

Lebih lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu tak ingin generasi muda lahir dari orang tua yang belum siap. Sehingga mereka pun tak siap dalam menjalani kehidupan.

“Maka kita tidak mau generasi kita semakin rapuh,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Aisha Weddings tengah menjadi perbincangan publik. Pasalnya, wedding organizer (WO) yang viral tersebut menawarkan jasa pernikahan siri, poligami hingga nikah muda alias pernikahan anak.

"Aisha Weddings percaya akan pentingnya Nikah Siri untuk pasangan yang ingin datang bersama untuk memulai keluarga dengan berkah Allah SWT. Di atas segalanya, kami dengan ketat mengikuti dan mematuhi ajaran Al-Quran sebagai kata suci Allah SWT," demikian kata-kata pengantar di situs WO tersebut.

Sementara itu, di bagian lainnya, Aisha Weddings juga menuliskan keterangan yang tak kalah mengejutkan. Wanita Muslim disebut harus menikah di usia 12-21 tahun, tidak lebih.


s: indozone.id

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy