Ustadz Haikal Hassan Buru-buru Tepis Jika Dia Bukan Kader dan Pengurus FPI Rizieq Shihab



IDEANEWSINDO.COM - Banyak yang menyebut Ustaz Haikal Hassan Baras adalah pengurus dan kader Front Pembela Islam (FPI) yang didirikan Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Nama FPI saat ini sedang hangat diperbincangkan menyusul pengakuan tersangka teroris yang juga kader FPI jika dulunya pernah baiat setia ke ISIS.

Benarkah Haikal Hassan pengurus FPI?

Jangan salah, berikut pengakuan Haikal kepada Akbar Faisal.

Sekretaris Jenderal HRS Center, Haikal Hassan menegaskan dirinya bukan anggota Front Pembela Islam (FPI) maupun Front Persatuan Islam (FPI).

Oleh karenanya, Haikal Hassan meluruskan soal adanya sebutan pentolan FPI yang disematkan kepada dirinya.

Hal itu diungkapkan Haikal Hassan dalam kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored, Senin (1/2/2021).

Haikal Hassan mengatakan hubungannya dengan Imam Besar Muhammad Rizieq Shihab adalah sebagai sekjen HRS bukan sebagai anggota FPI.

Meski bukan anggota FPI, ia mengaku tahu banyak soal Rizieq Shihab maupun organisasinya itu sendiri.

Sehingga diakuinya dirinya sering dimintai keterangan menyangkut Rizieq Shihab dan FPI.

"Saya garis bawahi saya bukan anggota FPI. Banyak orang menyangka pentolan, meskipun adalah sekretaris HRS Center," ujar Haikal Hassan.

"Jadi saya sering dipanggil sebagai narasumber dalam urusan seperti itu (FPI), sehingga orang melabelkan saya pentolan FPI," jelasnya.

"Padahal bukan sama sekali."

Pengakuan dari Haikal Hassan tersebut sempat membuat Akbar Faizal terkaget dan tidak menyangka.

Pasalnya, Haikal Hassan disebut memiliki kesan yang begitu dekat dengan FPI dan juga Rizieq Shihab tentunya.

Haikal Hassan lalu menjelaskan alasan dirinya menjabat sebagai sekjen HRS meskipun bukan orang FPI.

Dikatakannya bahwa hal itu karena semata-mata adanya kedekatan secara pribadi dengan Rizieq Shihab.

"Yang betul adalah pada waktu HRS Center dibentuk, karena kedekatan saya secara pribadi dengan Habib Rizieq, maka secara ditunjuk oleh Dokter Abdul Chair 'udah sekjennya Haikal saja', sebab komunikasi saya lancar sama Beliau," ungkapnya.

Lebih lanjut, terkait keberadaan HRS Center, Haikal Hassan mengakui tidak ada wujud fisiknya.

Dan menurutnya pembangunan kantor HRS Center masih dalam tahap rencana.

"Dan HRS Center enggak ada wujudnya, enggak ada kantornya. Sorry saya buka-bukaan. Isinya cuman Abdul Chair sama saya doang pad waktu itu," kata Haikal Hassan.

"Rencananya kita mau bentuk, tapi sampai sekarang belum jadi," pungkasnya.

Haikal Hassan Ngaku Sempat Bela Jokowi: Kenapa Lo Katain?

Juru Bicara Presidium Alumni (PA) 212, Haikal Hassan mengungkit pembelaannya terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski dikenal oposisi pemerintahan, Haikal Hassan mengaku sempat membela Jokowi saat dicibir banyak orang.

Seperti yang diungkapkannya dalam kanal YouTube Fadli Zon Official, Rabu (6/1/2021).

Meski dikenal sebagai oposisi pemerintah, Haikal mengaku tak pernah sekali pun menjelekkan pribadi atau pemerintahan Jokowi.

"Saya pasti kalau ngomong gini kita habis dicaci-maki 'Wah cari selamat'," jelas Haikal.

"Saya bilang begini ya, kalau ada jejak digital saya."

"Satu, menjelek-jelekkan atau memaki-maki pemerintah Pak Jokowi."

"Memaki secara personal maupun memaki pemerintah atau menjelek-jelekkannya," lanjutnya.

Haikal mengaku sudah menyiapkan uang Rp 1 miliar bagi orang yang memiliki bukti dirinya menjelekkan Jokowi.

Selain itu, Haikal juga menyebut tak pernah menghina etnis mana pun.

"Selain kritik, kritik lain dong, ini fitnah," kata dia.

"Saya bayar satu miliar kalau seandainya saya ditemukan mencela agama orang, mencela etnis orang."

"China sama RRC beda ya, kalau saya ngatain RRC bukan berarti etnis di Indonesia loh ya."

Selama ini, Haikal menyebut selalu berusaha bersikap apa adanya.

Terkait hal itu, ia lantas mengungkit kebaikannya pada Jokowi dulu.

"'Wah itu framing', framing yang mana? Jangan pakai ngedit ya," jelasnya.

"Tapi itu yang saya katakan, dari dulu saya begini."

Ia pun menyinggung momen Jokowi dicibir karena salah menyebut surat Al-Fatihah.

Haikal mengaku kala itu ia sangat membela Jokowi.

"Itu kan lidahnya, kenapa lo katain, hina banget lo."

"'Lebih hina yang ngatain', saya bilang," tutupnya.


s: tribunnews.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Copy